my greatest dad



Selama ini kita selalu menuliskan cerita cerita perjuangan seorang ibu untuk anaknya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
Papa biasanya mengajari buah hati kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut anak yang di sayanginya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu sikecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang pacar mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk
melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… 

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut -larut… Ketika melihat sikecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa sikecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi anak dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara/terminal/stasiun.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini- itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka dan mainan baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah :“Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ sikecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang belahan jiwamu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisin dan perhatiannya nanti.

Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang mengasihimu,
Papa pun tersenyum bahagia…. 
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:
“Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. sikecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi seseoarang yang luar biasa…. Bahagiakanlah ia bersama pasangannya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…


*bukan tulisan sendiri
READMORE
 

tentang itu,,



Sore itu ketika matahari mulai terbenam, aku bersama nelayan Tua  asyik ngobrol dibale panjang depan rumahnya menghadap pantai di Pulau Derawan. Kederhanaan hidupnya tercermin dalam rutinitas sebagai nelayan yg nampak selalu tegar dan murah senyum dalam lingkungan kelurga kecilnya. Dalam obrolan perkenalan ini ada hal yang membuatku tergelitik untuk mengetahui lebih dalam ttg prinsip hidup nelayan Tua ini. Ketika aku melontarkan pertanyaan apa yg bisa membuat pak Tua ini begitu tegar, murah senyum dan nampak bersemangat yg menyiratkan kebahagiaan dan kenyamanan dlm hidupnya.

Pak Tua, apa sebenarnya yang membuat bapak bgt semangat dan terkesan santai ( tdk ngoyo ) menjalani hidup ini, ” aku berseloroh “. Mas, Urip kwi nggur ” sawang sinawang ” sergah pak Tua. Donyo brono dudu ukuran seng biso ndadekno menungso urip bungah utowo seneng, bgt pak Tua menambahkan. Urip kwi biso digawe gampang ugo biso digawe susah. Intine ” Gampange wong Urip kwi, Uripe wong Gampang. Angele wong Urip kwi Uripe wong Angel “.Intine Susah lan seneng kwi ono njerone awake dhewe, dudu onok njabane awak dadine nek jarene piwulang Agomo, Surgo lan Neroko iku yo neng njerone awake dhewe seng wes diraksakno saiki dudu mengko lek wes tumekaning pati.

Sebelum pak Tua melanjutkan pembicaraannya, aku menyela…” Loh, bukannya di dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Surga dan Neraka bisa ditemui di alam akherat nanti pak??? “. Pak Tua menimpali, Lo iku lak jarene Tulisan nok Kitab Suci, opo sampeyan percoyo karo tulisan???. Perkataan pak Tua ini membuatku tertarik untuk melanjutkan diskusi sambil cangkruk di bale panjang sambil ditemani suguhan wedang Kopi. Dengan semangat akupun melanjutkan pertanyaan seperti di bawah ini :

Aku : Mengapa orang mesti beragama?

Nelayan Tua : Siapa yang mengatakan mesti?

Aku : Sejak kecil aku dinasehati untuk menjadi orang yang taat beragama, karena hanya dengan demikian orang akan masuk surga. Lebih khusus, lagi, aku juga diajari bahwa hanya yang memeluk Islam yang bakal masuk surga.

Nelayan Tua : He, he…dan engkaupun percaya?

Aku : Mau tidak mau, karena hanya dengan begitu aku bisa masuk surga. Siapa yang tak ingin masuk surga?

Nelayan Tua : Lantas, apa yang kau maksud dengan surga?

Aku : Menurut berita yang kuterima, itu adalah sebuah tempat yang teramat indah, yang didalamnya ada kebun yang indah, sungai mengalir di bawahnya, dan yang paling menarik..ada bidadari-bidadari yang teramat cantik…

Nelayan Tua : Ooooo….jadi engkau berjuang menjadi pemeluk agama yang taat agar bisa menikmati semua itu?

Aku : Ya, kurang lebih begitu….

Nelayan Tua : Bagaimana jika semua itu tak ada? Apakah engkau masih akan taat beragama?

Aku : aku belum memikirkannya….

Nelayan Tua : Ternyata…engkau itu pribadi yang tak ikhlash..kau berbuat sesuatu karena ada maunya…ada pamrih

Aku : Bukan begitu…aku hanya mengikuti apa yang diajarkan kepadaku….

Nelayan Tua : He, he…kini engkau berkilah……Tapi baiklah…apakah yang mengajarkanmu demikian, pernah melihat surga? Apakah mereka tahu pasti bahwa surga itu ada?

Aku : aku tak yakin..yang kutahu..mereka mengatakan surga itu ada karena itulah yang dikatakan Kitab Suci…

Nelayan Tua : Oh..jadi, diapun belum pernah tahu dan melihat sendiri…..

Aku : Lalu apa salahnya..bukankah yang dikatakan Kitab Suci itu pasti benar?

Nelayan Tua : Yang bilang salah siapa? aku hanya ingin tanya, apakah pemahamanmu, dan pemahaman orang-orang yang mengajarimu tentang yang dikatakan di dalam Kitab Suci itu pasti benar?

Aku : Kalau boleh jujur, kemungkinannya bisa benar ya bisa salah…

Nelayan Tua : Lalu, apa yang bisa menjadi tolak ukur bahwa pemahaman itu benar atau salah…

Aku : Bukankah..pemahaman terhadap Kitab Suci itu sudah baku? Bukankah semua ulama memahami bahwa memang surga itu seperti yang dikatakan di dalam kitab suci, dan bahwa itu hanya diperuntukkan bagi orang Islam?

Nelayan Tua : Itulah masalahnya….kamu menganggap sesuatu yang cuma merupakan pemahaman, persepsi, hasil olah pikiran, sebagai sebuah kebenaran yang mutlak dan baku…

Aku : Lalu…bagaimana semestinya…?

Nelayan Tua : Mari kita bicara tentang sebuah samudera. Menurutmu, bagaimana caranya agar kita bisa tahu tentang samudera itu? Apakah kita sudah punya alat untuk mengetahuinya?

Aku : Dengan mataku, aku bisa melihat permukaan samudera yang biru…kadang aku bisa melihat kapal berlayar di permukaan samudera itu…

Nelayan Tua : Baik…lalu apa yang ada di balik permukaan samudera itu? Ada apa di kedalamannya?

Aku : aku bisa menduga-duga dengan pikiranku..mungkin di dalamnya banyak ikan…mungkin juga ada terumbu karang..atau barangkali ada kapal selam….

Nelayan Tua : Apakah pasti demikian yang ada di dalam samudera?

Aku : Ya belum tentu…..

Nelayan Tua : Satu2nya cara untuk mengetahui apa yang sesungguhnya ada di dalam samudera itu kamu harus menyelam..kamu harus masuk ke kedalaman….

Aku : Tentu saja…

Nelayan Tua : Lalu, bagaimana caranya agar kamu bisa tahu hakikat surga?

Aku : Pertama, aku sekadar mempercayai apa yang dikatakan oleh orang yang menurutku pintar…Kedua, aku gunakan akalku untuk menduga-duga seperti apa surga itu…Tapi, jelas, aku memang tak akan tahu banyak tentang surga jika begitu…Yang paling mungkin membuat aku tahu kebenaran surga..ya aku harus masuk dulu ke situ..aku harus menyaksikannya langsung….

Nelayan Tua : Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukannya?

Aku : Bukankah itu tak perlu? Bukankah sudah ada kitab suci? Bukankah sudah ada ulama yang membimbing kita?

Nelayan Tua : Kalau kau tak lakukan, kau tak akan pernah tahu kebenaran sesungguhnya…kau hanya akan terus dalam praduga, prasangka….bahkan sejatinya, kau juga tak akan tahu apakah yang selama ini kau yakini, yang kau terima sebagai ajaran dari sekian banyak orang yang kau anggap pandai itu, benar atau salah….

Aku : Kamu benar…..tapi mungkinkah?

Nelayan Tua : Di dalam dirimu…sesungguhnya ada pintu gerbang untuk mengetahui hakikat kebenaran yang selama ini tersembunyi?

Aku : aku tak pernah mendengar hal itu…

Nelayan Tua : Ha..ha…ha….

Aku : Mengapa tertawa..

Nelayan Tua : Kau naif sekali…Kau yakin sekali sebagai pemilik tunggal surga, tapi hal sepele begitupun kau tak tahu…

Aku : Ajari aku….aku sadar bahwa aku memang naif..

Nelayan Tua : Untuk bisa menemukan gerbang itu..kau harus melakukan banyak hal: kau harus singkirkan kedengkian, amarah, keserakahan, dan berbagai keburukan lainnya dari dalam hatimu…

Lalu, kau sering-seringlah memasuki alam keheningan..buat pikiranmu diam sejenak..biarkan dirimu berhubungan dengan suara di dalam hatimu…Berikutnya…kau harus berbuat baik kepada semua yang ada di sekitarmu…termasuk kepada pepohonan, bebatuan, langit, penghuni langit, tetangga, leluhur, dan semuanya…

Aku : Berat sekali….

Nelayan Tua : Ha, ha..begitu saja sudah berat kok yakin jadi pemilik surga….

Aku : Dalam hati aku misuh misuh pada diriku sendiri…Diampuuuuuuttt…aku memang GEMBLUNG..!!.

Nelayan Tua : Ya sudah, berhubung sudah larut kita akhiri jagongan ini, istirahat dulu bukannya besok kau akan menyelam??? nanti kau akan tahu sendiri keindahan di dalam laut setelah kau menyelaminya sendiri bukan dari cerita2 yg dutuliskan orang lain dlm buku.

Aku : Baik pak, terima kasih sudah bersedia menemani dan mengantarkan saya menyelam besok pagi.
READMORE
 

suami ideal itu,,,,



Membawa beban dipunggung puluhan kilogram, tak pernah menyerah pada cuaca buruk, bertanggung jawab pada teman seperjalanan, bisa memasak dan selalu menerima dalam keadaan terburuk sekalipun. Mungkin tak terlalu berlebihan jika hal - hal itu dinobatkan pada para pendaki yang kebanyakan di dominasi oleh para pria. 

Membawa tas ransel besar ( carrier ) dengan isi belasan atau bahkan puluhan kilogram ibaratkan satu keluarga yang dipikul pada pundak seorang pria menuju puncak. Tas itu merupakan nyawa, hidup dan amanah yang tidak boleh lepas dari punggungnya. 


Dengan susah payah tas itu dibawa menuju puncak melewati jalan setapak yang curam menanjak. Belum lagi ketika cuaca tidak bersahabat, hujan badai, kabut tebal, dingin yang menusuk. Menjadi cobaan tersendiri bagi mereka, hanya kesabaran, keikhlasan dan semangat tak kenal lelah yang menjadi modal utama.



Suatu pendakian umumnya dilakukan oleh beberapa orang dan mereka saling bertanggung jawab satu sama lain.Jika salah satu cidera atau menurun kesehatannya, pasti mereka akan membackup dan merawatnya dengan sabar. 



Ketika waktu makan tiba pasti semuanya sibuk menyiapkan masakan yang akan dihidangkan, kadang menunya pun tak pernah ada di restoran manapun. Mereka adalah chef hasil didikan alam. Tidur beralaskan matras yang jauh dari kata empuk, dinginnya cuaca pegungungan, berhimpit - himpitan dengan teman setenda, belum lagi jika ada salah satu yang kentut atau mendengkur. Tidak jadi masalah bagi mereka, bahkan hal itu dianggap cerita untuk anak cucu mereka nanti.



Selalu dengan tawa dan senyuman mereka menikmatinya.Kepuasan wajah mereka akan terlihat jika telah menapaki puncak yang jadi tujuannya. Tak ada yang bisa menggantikan itu dalam hidup mereka, rasa sakit, lelah dan hampir putus asa akan hilang ketika melihat matahari sebagai awal baru datang di ufuk timur. Jadi ..... untuk para wanita, berminatkah mencari suami ideal seorang pendaki???
READMORE
 


kita bicara tentang apa, kawan?
siang malam ibu2, gadis muda, anak kecil, pembantu duduk rapi menonton sinetron penuh gombal kehidupan, acara gosip2 murahan menyengat bau bangkainya, atau lagu2 merengek bicara cinta dan omong-kosong!
siang malam bapak2, bujang tanggung, anak baru mengeja huruf duduk nyaman menonton carut-marut berita, talkshow yang dari pembicaranya berleleran ludah sok-gaya, atau reality show penuh tipu2

kita diskusi tentang apa, cuy?
setiap jengkal hidup diisi iklan2 konsumerisme berbungkus kemasan suci bagai perawan tak berdosa... pertunjukan gemerlap konsumerisme dihiasi polling2 bodoh yg dibuat laksana patriotisme dan bisa bermanfaat bagi bangsa negara..
setiap kaki melangkah mentok sana-sini dengan mall, plaza, city center, bahkan di kampung2 pun dikepung minimarket dan jaringan MLM...dan lihat, si pencetus semua gaya hidup ini lewat menaiki alphard...yg harganya,, pembantu bekerja 200 tahun saja seluruh gajinya ditabungkan tetap tidak terbeli.. dan lihat, si pemeran sinetronnya.. menangis sebentar, kontan dibayar seharga uang sekolah si bujang selama setahun..durasi 30 detik di televisi seharga 10 MCK di kampung agar mereka tidak berak sembarangan di kebun dan bikin disentri, kolera menyebar..iklan satu halaman penuh di suratkabar, seharga perbaikan 100 dapur kampung, agar asap tidak mengungkung rumah dan membuat penyakit saluran pernafasan menjadi pembunuh nomor 1 di pelosok2 negeri..

oi, kita bicara tentang apa, lai?
kita kenal friend antah berantah di moskow, kita add artis, penulis, macam dekat benar ber-haha-hihi di wall, pages-nya.. tapi apakah kita kenal tetangga sebelah rumah? pernah mengantar makanan ke mereka? atau jangan2 kalau ada orang bertanya di mana rumah Pak Mahmud, kita cuma bego manggut-manggut padahal rumahnya persis di depan jidat kita..kau mau bicara tentang budaya apa, kawan?setiap bulan puasa tiba, berjejelan orang berkerudung cantik sekali; ceramah muntah bagai peluru dari senapan mesin... setiap naik haji, dengan cepat kuota 200 ribu sekian terpenuhi, bahkan jamaah yg menangis gagal berangkat jd tontonan.. tapi lihat? mengurus pengantar surat nikah di kelurahan saja harus bayar 50.000 rupiah.. mengurus surat kematian harus menyumpal petugasnya.. apalagi calo2 dokumen lebih penting.. jangan tanya soal mengurus keadilan di negeri ini..gombal!hari ini semua urusan hanya berputar di perut, selangkangan, lantas berkelindan di mulut, tangan, kaki sebagai bawahan.. tidak ada lagi kesempatan bagi hati untuk bisa sedetik saja memberitahu: pada akhirnya semua hanya menjadi debu tdk bersisa..

kita memang sedang bicara tentang apa..
READMORE
 

beragama dan kegilaan



Sigmound Freud, seorang pakar psikoanalisa, pernah mengatakan bahwa: “Agama dapat menyebabkan pemeluknya mengalami gangguan jiwa”. Menurut Freud, perilaku orang beragama adalah perilaku orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan.

Lihatlah, kata Freud, bagaimana seorang pemeluk agama rela melakukan segalanya hanya demi janji2 semata. Ia bahkan rela mengorbankan nyawanya demi janji surga yang belum tentu didapatkan. Jika bukan atas nama agama yang menjanjikannya, tak mungkin seseorang melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan pada janji2 tanpa bukti?.

Kemudian, simak bagaimana pemeluk agama selalu mengulang2 rutinitas ritual yang “begitu-gitu” saja di setiap harinya. Hanya orang yang sakit jiwa  yang selalu mengulang perbuatan dan perkataan yang sama pada setiap harinya. Bila agama telah semakin dalam merasuki para pemeluknya, ia semakin berbahaya bagi pemeluknya dan bagi orang lain. Secara sepintas, tesis Freud ini benar, bahwa agama menyebabkan gangguan kejiwaan.

Di kemudian hari, tesis Freud ini pun terbantahkan. Sebab agama ternyata bisa menyehatkan jiwa seseorang. Lihat bagaimana sufi besar Fudhail Ibn Iyadh yang mantan gembong perampok bisa “sembuh” takkala mendengar lantunan Ayat suci Alquran. Atau lihat bagaimana orang kota banyak berbondong2 memenuhi kelas2 sufi demi mendapatkan obat bagi jiwa yang tengah terlanda strees yang berkepanjangan. Bahkan psikologi menawarkan agama sebagai jalan keluar terbaik dalam mengatasi pelbagai gangguan kejiwaan. Jadi agama ternyata bisa menyembuhkan sakit jiwa seseorang dan gugurlah tesis Freud.

Lalu bagaimana dengan kasus pelaku bom Bali?. Bukankah hanya orang yang sakit jiwa yang rela mengorbankan nyawanya sekaligus dengan tega mencederai orang lain?. Dr. Jalaludin Rakhmat dalam bukunya Psikologi Agama berpendapat bahwa agama -sesungguhnya- menyembuhkan jiwa seseorang, membikin sejuk sebagaimana misi agama tersebut.

Walhasil, Agama tidak menyebabkan gangguan kejiwaan. Dan jika kita menemukan semisal kasus di atas, seseorang yang taat beragama tapi tega mencederai orang lain, bukan agamanya yang patut dipersalahkan, tetapi cara ber-agamanya. Dengan kata lain kang Jalal, demikian Ia dipanggil, hendak mengatakan bahwa cara beragama yang salah dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Agamanya tak salah, hanya cara beragama-nya lah yang salah.

Beliau menyodorkan tiga tipikal cara beragama yang menyebabkan sakit jiwa, yaitu:

1. Cara beragama yang membuat kita tidak lagi berfikir realistis, membuat kita menolak realitas. Agama baginya seakan2 mengajarkan penyelesaian permasalahan dengan cepat, mengatasi persoalan dengan mudah.

Kita sering saksikan orang yang larut dalam wiridnya yang sangat teramat panjang untuk mendapatkan rejeki, sementara realita yang ada ialah bekerja secara maksimal justru ia indahkan. Orang demikian tidak berpikir realistis serta menolak realitas. Zikir baginya adalah satu-satunya media (catat: satu-satunya) untuk mendapatkan rezeki dengan mudah.

Dalam kasus ini, Umar ra pernah menegur orang yang kerjanya hanya berdoa saja di mesjid tanpa berusaha, “Ya Akhi Lam Tamturi As-Sama’u Bi Zahab Wa La Bi Fidhoh”. Wahai kawan ketahuilah, sesungguhnya langit tak akan menurunkan emas dan juga perak. Agama mengajarkan agar ada keseimbangan antara doa dengan realitas yang ada. Agama mengajak pemeluknya untuk berpikir realistis.

Sah-sah saja seseorang menghabiskan waktunya dengan wirid yang teramat panjang, atau meminta berkah doa bagi kesembuhan kepada seorang Ulama, tapi hendaknya keyakinannya itu tak menyebabkan ia menafikan realita yang ada.

2. Cara beragama yang mengorbankan akal sehat. Seakan2 agama tidak memperkenankan kita memikirkan sosok sang pencipta dengan akal. Agama bak mengunci akal kita dan membuang jauh-jauh unsur akal dalam agama.

Sungguh indah petikan kalimat Plato takkala ia mengadakan pembelaan: Tuhan menciptakan akal untuk diriku. Akal yang membedakanku dengan makhluk rendah lainnya. Jadi bila tidak aku pergunakan untuk memikirkan zat-Nya atau mengungkap rahasia di balik-Nya, harus aku pergunakan untuk apa akal pemberian Tuhan ini agar pemberiannya tak sia2?.

Memang benar tak semua mampu dicerna oleh akal kita. Dalam Dunia Sophie, misalnya, bagaimana sang mentor Sophie menerangkan kegunaan mitos2 itu diciptakan. Mitos tentang hujan yang dimitoskan dengan Thor yang menggesekan palunya atau mendung sebagai kendaraannya. Semua itu dimitoskan untuk sekedar menerangkan hujan agar masuk akal di saat ilmu pengetahuan belum menjangkaunya. Jadi tak tepat bila seseorang bertanya: “Andaikata demikian, lalu bagaimana engkau “meng-akal-kan” siksa kubur, dan sebagainya?”. Ketahuilah bukan jawabannya yang tak ada, tetapi pertanyaanya lah yang salah. Karena, seperti dikatakan di atas, tidak semuanya harus dimengerti dengan akal. Dan pertanyaan itu adalah domain Iman dan bukan akal.

Namun hal itu semua tidak serta-merta menjadikan posisi akal tertutup untuk agama. Akal seharusnya tetap mendapat porsi yang layak dalam suatu agama. Bukankah agama yang benar semestinya dimengerti oleh akal sehat pemeluknya?

3. Cara beragama kaum extrimis.

Kaum ini biasanya akan mengalami penyakit kejiwaan psikis (psikopat) bernama delusi. Penderita yang terjangkiti delusi akan selalu melihat dunia ini serba hitam putih. Sehingga ia akan senantiasa merasa di kelompok yang putih. Sementara yang lainnya berada dalam kotak hitam. Ia merasa seolah-olah dirinya adalah “nabi” yang diutus oleh Tuhan untuk menyelamatkan umat dari kesesatan. Ia diutus untuk menyelamatkan dunia dari pelbagai kerusakan. Di matanya semua orang salah, ia sendirilah yang benar.

Para pengebom Bali agaknya termasuk tipikal golongan ini. Dengan pemahaman keagamaannya yang belum mendalam, ia akan dengan mudahnya menerima semua doktrin tanpa kritis sama sekali. Ia merasa dirinya sebagai sosok “nabi’ yang diutus untuk menyelamatkan dunia dari kerusakan. Dan ia harus menyelamatkan dunia, meski harus mengorbankan nyawanya dan mencederai orang lain di sekitarnya.

Demikian pula dengan sosok2 yang lebih mengedepankan kekerasan dalam beragama. Biasanya penyakit ini akan mudah menghinggapi orang yang menganggap agamnya hanya sebatas ritual saleh semata. Tokh, untuk mencapai surga tidak melulu soal ritual shaleh, melainkan juga ada ritual sosial yang mengimbanginya. Dalam hal ini ungkapan Ali Syariati patut untuk dikedepankan, bahwa sesungguhnya Alquran 70 persen-nya berbicara mengenai hubungan antar manusia.

Mereka beranggapan telah menegakkan panji-panji agama, sebaliknya justru meruntuhkannya dan melumuri panji-panji suci agama dengan jelaga hitam nan penuh kenistaan.

Juga terhadap orang yang memahami kitab sucinya hanya secara tekstual-nya saja, tanpa memperhatikan kontekstual. Sehingga Jihad dimaknai sebagai perang. Yang terjadi ialah memori yang terekam dalam otaknya tentang bagaimana bertemu dengan “bidadari meskipun harus melukai diri sendiri dan mengorbankan nyawa sesama.

Dengan bengisnya mereka menyegel tempat ibadah umat lain, merusak masjid , menebar teror serta menumpahkan darah orang-orang yang tak sepaham dengannya. Sakitnya, dengan bangganya mereka melakukan itu sembari mengepalkan tangan, meneriakkan nama Tuhan. “Atas nama agama.”

Maraknya fenomena terorisme di belahan NKRI, menjadi pertanda nyata bahwa ada kesalapahaman tersendiri dalam memandang agama, terutama tujuan dan misinya. Agama tak patut disalahkan dengan disebut sebagai sumber dari kekerasan, melainkan cara beragama seseorang-lah yang patut untuk kita kaji kembali.

Jadi sudah sehatkah cara beragama kita? Atau jangan2 justru kita telah terjangkiti penyakit kejiwaan?. Dan agama tidak menyebabkan gangguan kejiwaan, tetapi cara menyikapi agama yang salah yang justru menyebabkan gangguan kejiwaan.

READMORE
 

mentari pagi


Ah, pagi yang sangat indah…
Rinai embun segar mengalir melalui jemari alam pertanda pagi telah menyentuh bumi. Memberi sedikit kehangatan bagi jiwa-jiwa yang terbalut dinginnya malam. Sinar mentari merask melali celah jendela, mencoba mengetuk pintu mataku, memaksanya terbangun melihat indahnya dunia.

Ah, pagi yang sangat indah,…
Segelas kopi hangat ataupun secangkir teh kayaknya sangat layak dijadikan teman untuk menikmati suasana indah suguhan sang Ilahi ini (pagi). Apalagi jika ada “Kue-kue atau teman-teman”nya dan dinikmati bersama keluarga tercinta. Wah sungguh moment yang sangat mengagumkan.

Ah, pagi yang sangat indah…
Entah sudah berapa kali Tuhan memberikan suguhan pagi pada kita. Ataukah pernahkah kita menghitung sudah berapa banyak pagi yang telah kita lewati. Atau mungkin kita sudah berfikir kapan kira-kira kita kan dapati pagi terakhir kita? Tapi sebelum itu semua terjadi marilah kita nikmati pagi hari ini, tak usah khawatirkan pagi esok hari.

Ah, pagi yang sangat indah…
Tuhan memang sangat hebat menjadikan pagi sebagai awal hari. Menyuguhkan keindahannya saat kita hendak memulai aktifitas. Kesegarannya memberi kita kesiapan menghadapi tantangan.


Ah, pagi yang sangat indah…
Bersedih adalah cara yang paling bodoh untuk menikmati hidup. Maka tersenyumlah,,.
READMORE
 

tentang hati




Rasa sayang itu bukan penilaian sayangku…
Rasa sayang itu proses!
proses dimana,kita memberikan hati kepada seseorang yg kita sayang.
secara utuh dan sepenuhnya...

NOL,bukan berarti angka yang tidak berarti…
NOL ada sebelum satu…
NOL pun bisa menambah penilaian.

Rasa sayang gak sama kayak NOL,
yang di kali atau di bagi dg angka berapapun hasilnya gak akan berubah!
bukan,bukan itu…
Rasa sayang itu proses…
proses bagaimana cara kita memberi perasaan kepada seseorang
hingga dia pun merasakan.
aku gak peduli mau berapa nilai atau point yang kamu kasi ke aku!

karena itu gak akan merubah sayang aku ke kamu!
READMORE
 

pada suatu ketika



"sekarang kucukupkan saja kita dengan rasa sayangmu padaku, dan mudah-mudahan cukup juga bagimu rasa sayangku."

mentari pagiku,,
ya, semenjak hari itu, kita mencintai dengan asumsi yang berbeda. aku mencintai kesunyianmu, hatimu. tempat segala pertahananku luruh, jauh sebelum mencapai batas kelu di lidahku. kita sama. perihal rasa. perihal cinta yang tidak pernah bisa di jelaskan kata-kata bertanda baca.

akan tiba pada suatu ketika,,,
semuanya beresonansi di vibrasi yang sama. menciptakan gema seperti sangkakala atau sebuah melodi indah yang sederhana.

akan tiba pada suatu ketika,,,
kita akan terantuk dinding tebal ingatan atau perihal cerita lama yang sering kita perbincangkan. lantas aku akan butuh berhenti sejenak mengobati luka, membersihkan yang tidak perlu kita berdua bawa selamanya. hingga saat itu tiba, akankah kau tetap mengagumiku?

akan tiba pada suatu ketika,,,
kita duduk berhadapan di sebuah meja bundar tanpa tepian dengan sudut tajam. setara.
dihadapanmu-dihadapanku, kita pertaruhkan dua hal yang sama. waktu dan hati, yang mungkin beralas sebuah obsesi kompulsif. pemenang mendapatkan semuanya. atau kita bisa saling mengalah lantas menanggalkan segalanya. 
sebelum berlalu menuju arah yang sama. 

mutiara di lautku,,, 
sekarang kamu bisa berhenti mencemburu. diammu jauh lebih dalam dari lubang hitam yang ditelaah pemikiran Einstein. lebih gelap dari ketenaran yang menghampiri kurt cobain.

bisa bayangkan itu? kelebihanmu, kelemahanku. jangan tempa aku dengan sesuatu yang cuma bisa dihadapi huruf rajah, dupa, atau kitab kuning. aku bukan sufi yang menasbihkan fatwa rindu dengan seucap saja kalimat kalbu.
jangan mengujiku dengan menjanjikan sesuatu. seperti aku tak pernah berjanji perihal apapun padamu.
aku tak menjual janjiku. yang kuperjuangkan peluk sayangmu.
sisi manusiamu.
READMORE
 

a woman who writes




Be in love with a woman who reads. Date a woman who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a woman who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a woman who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

She’s the one that reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most womans who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book. Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Coelho. See if she got through the first chapter of Fellowship of the ring. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a woman who reads. Give her books for her birthday, for New year eve and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Tagore, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

and if you have to,,

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a woman who reads knows that failure always leads up to the climax. Because womans who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Womans who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilightseries.

If you find a woman who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a woman who reads because you deserve it. You deserve a woman who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, propossed a woman who reads.

Or better yet, marry a woman who writes.
READMORE
 

september ini,,,



Pertengahan September..
Angin sudah begitu bersahabat kali ini
Begitu pun dengan mentari.

Aku menemukan seraut wajah teduh
Memaksaku untuk sejenak menaruh mata
Pada seulas senyum tulusnya.

Entah untuk kali ke berapa
Aku selalu punya waktu untuknya
Hanya sekedar mengamatinya,
Ya…memandanginya.
Lalu sibuk membaca tulisannya
Mengagumi kepandaiannya menuang makna dalam kata-kata yang sahaja
Aku bahkan tak pernah mengenalnya
Tapi dia memiliki pesona
Yang….entahlah
Aku selalu tak mampu mendeskripsikannya.

Seraut wajah di September ini
Kini menjadi pemilik rinduku
Yang ku dekap dalam lembar-lembar puisi
Dan ku meteraikan di kedalaman palung hati.
READMORE
 

rinduku,,,



Padamu yang kutitip rindu….

Jika kau lelah menunggu,,,maukah engkau bertahan.
meski memaksa,,

kuingin kau seperti matahari,,,yang setia pada pagi.
meski memaksa.,,

kuingin kau seperti bulan,,,indahnya hanya untuk malam,
meski memaksa lagi,,

kuingin kau seperti bintang,,,penunjuk jalan dalam ketersesatan.
meski memaksa kesekian kali,,

padamu yang kutitipkan rindu,,,
ku coba tuk tak memaksa,,,

meski kau tak seperti matahari,,,
aku kan setia menjadi pagi,,,
menunggu hadirmu meski mendung menutupi hari,,,

meski kau tak seperti rembulan,,,
aku kan menjadi gelap,,,
menunggumu meski dalam pekatnya malam

meski kau bukan lah gemintang,,,
aku kan mencarimu,,,
menujumu dalam kenisbian,,,

hingga kau datang…..
menyerahkan rindu yang kutitipkan.
READMORE
 

jangan titipkan kebahagiaan




Meski pada bapak ataupun biyungmu yang merawatmu dari bayi hingga dewasa. Karena pada nyatanya, tak selamanya kebahagiaan mereka sejalan dengan yang kita punya. Dan jika pada suatu nanti mereka tiada, tiada pulalah kebahagiaan yang kita titipkan.

Janganlah engkau titipkan, pada sahabat dekat yang begitu erat. Yang selalu ada ketika kau luka, pun juga tak alpa ketika kau bahagia. Tetap saja, jangan kau titipkan kepada mereka. Jika suatu saat nanti mereka pergi, pergi pulalah kebahagiaan yang engkau ingini.

Atau jangan sekali-kali engkau titipkan. Pada angka-angka sempurna di lembar ujian. Memang sungguh menawan dan membanggakan. Tetapi bisakah kau bayangkan?jika suatu saat nanti mereka tak lagi sempurna, hilang pulalah kebahagiaan yang kau punya.

Dan jangan kau titipkan kebahagiaan pada pangkat yang tertinggi. Meski mereka berkuasa di berbagai pelosok negri. Tapi senyatanya, di dunia ini tak ada yang abadi. Roda kehidupan tak akan berhenti untuk bergulir, dan jika pangkatmu tak di atas lagi, terjatuh pulalah kebahagiaan yang engkau miliki.

Sekali lagi jangan kau titipkan kebahagiaan pada orang yang kebanyakan. Karena kebahagiaan mereka kadang berbanding terbalik dengan milik kita. Sungguh dinamis, dan tak ada standarnya. Alih-alih terjaga keseimbangannya, yang ada malah sebaliknya kebahagiaan yang kita titipkan jatuh dan hancur berantakan.

Jadi cobalah meski perlahan, simpan sendiri kebahagiaan yang engkau miliki. Meski hanya kau simpan dalam ruang sempit dengan fasilitas seadanya, tetapi setidaknya itu lebih terjaga. Karena kebahagiaan itu akan selalu berada bersamamu, tak akan goncang meski tak sejalan dengan asamu, tak akan pergi meski sahabat tak lagi ada di sisi, tak akan hilang meski angka yang kau punya tak lagi sempurna, tak akan terjatuh meski pangkatmu tak lagi tinggi, dan tak akan hancur meski kebanyakan orang menjatuhkannya. 

Jadi sekali lagi, simpanlah sendiri kebahagiaan yang kau miliki, jangan engkau letakkan sembarangan dan jangan sekali-kali engkau titipkan.
READMORE
 

aku memilihnya




Aku telah memilih dirinya untuk melangkah bersama bintang dan asa. 
Disaat itu juga hati ini telah membentuk satu butiran harap bahwa duniaku bukan hanya sebebas yang pernah aku pikirkan. 

Aku tidak sebebas merpati diangkasa yang pergi pagi pulang malam. Aku telah terikat dengan sebuah cinta yang telah kubentuk. Tidak mudah membentuk cinta ini ketika semuanya harus kumulai dari sebuah langkah nol menuju ratusan langkah pasti kedepan. Disaat aku mencintainya, bukan berarti ketika itu juga aku sudah mapan dan siap. Tidak! Aku masih harus merangkai berlipat-lipat asa bersamanya. Aku sebenarnya masih ada janji untuknya sampai kami terpisah. Aku hanya ingin membuat dia bahagia. 
Titik, tidak perlu tahu bagaimana aku bisa melakukannya.

Dia memang tidak sempurna seperti kalian semua, tetapi aku tidak berharap banyak ketika dia telah hadir diduniaku. Karena aku juga bukan seorang malaikat yang bisa dan mampu menjadi sempurna dibalik ribuan kesalahanku. Aku tidak ingin dia pergi ketika dia tahu bahwa aku bukan yang terbaik untuknya. Tapi aku hanya bisa mengatakan bahwa inilah aku apa adanya. Karena itu adalah cinta.

Aku tahu tidak mudah memilih seorang malaikat hati. Aku pernah mengatakan kepadanya mungkin, bahwa cintaku bukan cinta mahal. Aku hanya butuh sebuah cinta sederhana yaitu dia mau menerimaku apa adanya. Kalaupun suatu saat nanti harus dicoba sang kuasa. Aku mau dia menghapus air mata ini, aku mau dia selalu didekat dan memberikan satu langkah pasti tentang kehidupan. Aku mau dia selalu memberikan senyum untukku. Aku mau dia selalu mendekatkan tubuhnya untukku. Aku hanya ingin dia tidak menyentuh hati ini dengan sebuah kata-kata penyedih yang memilukan hati ini. Mungkin lebih tepatnya, aku ingin selalu dia hadir dalam kehidupan ketika awan tidak hanya bersinar, tetapi ketika awan muram durja. Ini juga yang aku namakan cinta.

Tuhan, izinkan dia bersamaku membentuk dunia baru yang benar-benar baru untuk kami berdua. Dunia yang penuh dengan cinta, maaf, hormat, menghargai, percaya, jujur, membantu. Dunia yang hanya kami berdua yang tahu. Kalau engkau izinkan dia mala mini bersamaku.
READMORE
 

iya,,aku bahagia



Jika tak ada opsi lain untuk mengejawantahkan apa yang aku rasakan saat ini,, adalah ‘Iya’ yang ingin aku ucapkan.

Atas semua tanya yang tak pernah kau ungkap.
Karena memang kata itu yang menurutku sesuai untuk menjadi sebuah jawaban.

Ya, aku memang tengah merasakannya.
Bahkan seiring berjalannya waktu, grafiknya perlahan-lahan mulai merambat naik, naik dan naik.
Jika kau tanya apa aku menikmatinya? maka jawabanya-pun ‘iya’.

Bahkan aku sangat menikmatinya. Bayangkan jika kau berjalan di Gurun pasir yang sangat panas dan kering,, tiba-tiba kau bertemu dengan Oase dengan air yang jernih dan segar.
Atau, kau berada di tempat yang belum pernah kau datangi sebelumnya,  gelap gulita, tak dapat melihat apapun, terdiam, karena jika melangkah takut salah arah,, tiba-tiba ada yang memberimu lilin dan kompas.

Apa yang kau rasakan??
Begitulah kira-kira pendeskripsianku saat ini..

Hanya saja,, logikaku tak bisa begitu saja menerima.
Ia berteriak-teriak memberontak cemburu!! .
Ia menganggap, aku tak berlaku adil padanya, menjadikannya anak tiri yang tengah aku abaikan keberadaannya..
Sekuat tenaga Ia mempengaruhik,,,.
Menyodori aku dengan deretan kemungkinan yang bakal terjadi jika aku terlalu menuruti hatiku.. Memang,, semuanya hanya mungkin dan Apa yang dikhawatirkannya belum tentu terjadi,,

Tetapi bukankah berpikir sebelum bertindak adalah sebuah kebijaksanaan??
Aku tahu maksudnya,, Ia tak ingin aku Egois. Sehingga dapat melukai hatiku sendiri  ataupun tanpa sengaja melukai hati yang lain,,
Jika masih kau tanya apa saat ini aku bahagia?? maka jawabannyapun ‘Iya’..

Saat ini rasa itu memang tengah mendominasi hatiku.
Tetapi untuk kamu ketahui,, semua ini tidak lantas membuatku lupa bahwa kau ada.
Karena bagaimanapun aku tak akan  bisa menghapus catatan yang lebih dulu aku,kamu,kita tulis..

Akhirnya………
aku masih di sini,, di tempat ini,, menikmati rasa ini,,
seraya tak putus  berharap Sang Pemberi warna Pelangi yang menentukan apa yang terbaik untuk kita..
Dan  kita bisa kembali tersenyum bersama dalam keikhlasan…
READMORE
 

tentang cinta,,tentang kita,,




….. 
Bukankah George Bernard Shaw mengatakan bila cinta itu kekanak-kanakan, penuh dengan keingin-tahuan. Ibarat gairah hormon yang menggelora, sehingga bisa pula menguap dengan cepat. Tetapi apakah cinta hanya dialami remaja? 

Pepatah turki mengatakan “cinta remaja berasal dari bumi, cinta dewasa datang dari surga”. Jadi, orang dewasa, bahkan yang sudah lansia, bisa juga menikmati cinta yang indah.

Albert Einstein fisikawan penerima Hadiah Novel itu pernah berujar, terlalu naif kalau kita hanya menggunakan teori-teori kimiawi atau fisika untuk menjelaskan peristiwa biologis yang kompleks, sebagaimana halnya cinta pertama. 

Nietzsche, filsuf yang genius itu merasa kesulitan pula menjelaskan mengapa cinta hadir, selalu ada kegilaan dalam cinta, dan selalu ada alasan untuk semua macam kegilaan. Woww…..!!

Bahkan Benjamin Disraeli menganggap cinta itu magis, karena kita tidak tahu bahwa ia tak akan berkesudahan. 

Nicholas Sparks menegaskan tidak ada cinta yang sedemikian hebat seperti cinta yang tulus.

Nah, tentu yang paling romantis, kalau kita merayakan apa itu cinta di pinggir sawah, di kaki gunung, ketika tarian edelweis yang anggun diiringi oleh gerakan awan yang indah. 

Teruntuk masa depanku yang akan datang. Memang engkau bukan cinta pertamaku, tetapi dengan kesungguhan engkau akan menjadi yang terakhir.
READMORE
 

Ungkapkan saja




Mungkin banyak jiwa bertanya-tanya dalam dirinya "Kenapa saya tidak bisa menyampaikan ini/itu pada orang lain?" atau sekedar bergumam dalam diri "sebenarnya ini/itu yang saya maksud !!
Apakah jiwamu pernah begitu? Kenapa begitu ?

Meyakini sebuah kebenaran
Setiap aku ditanya olehnya "baiknya bagaimana ini? pilih 'A' atau pilih 'B' ?" aku selalu terdiam, dan kalaupun aku menjawab aku butuh waktu lebih lama dan lebih siap untuk menjawabnya. Walaupun jujur, dikepalaku tersirat sejuta pilihan jawaban, namun aku tak yakin ini benar, atau yang itu yang benar.

Aku terlalu takut salah..namun rupanya bungkam dan rasa takut itulah yang membuat aku kian salah dalam sebuah pengambilan keputusan. sungguh !

Ungkapkan saja! jangan pernah takut salah! itu rupanya hal yang terbaik dalam perjalanan. Dengan mengungkapkan, jiwaku mengambil tanggung jawab jika terjadi kesalahan. Jiwaku dituntut harus belajar lebih dan lebih agar kemungkinan kesalahan itu kian menipis, dan moga-moga habis...

Jangan lari adalah pilihan terbenar, walau mungkin akan menghasilkan suatu pilihan yang salah. tapi lagi-lagi, kesalahan hari ini adalah proses menjadi benar, namun itu akan lebih cepat matang bilamana kita berani mengambil tanggung jawab itu rupanya. tanggung jawab untuk meyakini sebuah kebenaran.

Mau atau tidak mau?
Ketika harus mengungkapkan suatu yang riskan, aku selalu kuatir, karena apa, ya karena aku tak menguasai hal itu. Aku terlalu awam akan hal itu. Namun sedikit menyambung simpul sebelumnya Ini soal kemauan bukan soal pengetahuan.
Pertama, ini soal kemauan untuk jujur mengakui keadaan. Bahwa kemampuanku hanya sampai disini. tidak kurang, tidak lebih.
Kedua, dengan menungkapkan ini berarti mengikrar diri untuk MAU lebih baik lagi.paling tidak dalam memilih hal yang sama dari hari ini.

Takut kehilangan ? kamu yakin?
Alasan orang paling klasik dalam tidak berani mengungkapkan adalah takut disalahkan/kehilangan.
Seorang anak akan mengumpatkan vas bunga yang pecah karena takut dimarahi ibunya. Seorang kekasih menyimpan ungkapan cinta pada sahabatnya supaya bisa terus bersamanya.
Aku sadar memang kehilangan dan dipersalahkan adalah hal paling menyesakan dalam dunia ini mungkin. Namun aku sadar satu hal..mungkin bgini ilustrasinya....

  • Anak kecil pemecah vas tadi tidak akan lebih hati-hati bila dia tidak dimarahi. Namun anak kecil itu akan jauh lebih berhati-hati dan sigap ketika secara sadar dia datang pada ibunya..jujur, baik dimarahi atau tidak memarahi' dirinya sendiri atas kesalahannya, ketimbang dia belajar menyembunyikan segala hal yang seharusnya mungkin tidak seburuk yang dia kira.
  • Sang kekasih yang mencintai sahabatnya, mungkin akan merana sepanjang hidupnya, apalagi melihat sang sahabat dimiliki orang lain, hanya karena ketakutan kehilangan, padahal dia juga akan kehilangan bila tak berucap. Bila saja dia berucap dan ungkapkan, pilihannya cuma dua juga bukan? sial..sial...dia ditolak dan benar-benar kehilangan (seperti halnya tidak berucap-walauwaktunya mungkin lebih cepat), atau justru dia peroleh apa yang sesuai dengan harapannya. jadi perbedaan mengungkapkan hanya masalah waktu bila hasilnya buruk, namun masalah keberanian bila hasilnya baik bukan?
Pilih mana ? Ungkapkan ? atau diam seribu bahasa ?

"sebab aku tidak akan tahu apa yang aku tidak tahu. Bila aku nantinya tahu pilihanku hanya dua bereaksi positif...atau bereaksi negatif untuk suatu hikmah yang positif..." - Christopher Reginald
READMORE
 

edelweis



wanitaku,,
ketika ku tiba di puncak gunung yang tinggi dan melihat hamparan bunga edelweis yang anggun,sangat cantik.
aku ingin engkau seperti itu,,

bukan seperti ilalang, yang berdiri tegak diacuhkan orang-orang, bahkan terinjak.
bukan juga seperti mawar, yang walaupun indah, tetapi menyembunyikan duri yang dapat melukai.

aku hanya ingin engkau seperti edelweis,,
berada ditempat yang tinggi, dan hanya dapat disentuh oleh orang yang memang pantas, setelah berpayah-payah melewati rintangan.

edelwies bunga terjaga,,
dan aku ingin engkau selalu menjaga dirimu.
edelweis bunga abadi,,
dan akupun berharap engkau abadi dihatiku.
READMORE
 

tentang jodoh




Masih ragu akankah dia yang sedang bersamamu adalah jodohmu? 
Atau kecewa dia yang telah pergi ternyata bukan jodohmu? 


Jodoh itu apa sih?
Kalau menurut definisi, jodoh adalah: orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan; sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: cocok; tepat.
Kalau saya boleh menjelaskannya menggunakan definisi pribadi, jodoh adalah seseorang yang klop banget dengan kita. Memahami, satu pikiran, sepemahaman, saling melengkapi, sehingga saat akhirnya kita dipertemukan, jadi heran sendiri. Serasa de ja vu, seperti sahabat lama yang bertemu lagi.
Karena meskipun baru pertama bertemu, atau setelah sekian lama baru merasakan perasaan itu, jodohmu sudah dapat memahami apa maumu, dan nyambung kalau diajak ngomong. Istilahnya, chemistrynya dapat.

Apakah jodoh ada di tangan Tuhan?
Ya. Jadi banyak-banyak doa saja agar dipertemukan dengannya. Tapi jangan ngotot lo ya, sehingga saat belum dipertemukan, kamu jadi stress sendiri. Let it flow saja, rencana Tuhan tetap jadi misteri, hingga saat kau mati.

Haruskah jodoh saling memiliki?
Dulu, kalau ada yang bilang  ‘cinta tak harus memiliki’, biasanya saya akan sinis menanggapi ‘ini yang ngomong pasti habis ditolak cintanya’.
Lama-lama, saya merasa perkataan ini ada benarnya. Coba lihat lagi definisi di atas. Ada yang bisa menikah dengan jodohnya, ada yang bisa pacaran dengan jodohnya, ada yang tahu jodohnya sudah jadi pasangan orang, ada yang tahu rasanya si X ini jodohnya tapi tidak mungkin jadi pasangan, ada yang malah belum tahu jodohnya ada dimana di belahan dunia ini. Pokoknya somewhere outhere beneath the rainbow deh di bawah langit yang sama.
Kita tidak tahu jodoh kita yang mana, sedang apa dan sama siapa (macam lagunya kangen band aja..). Tidak perlu berpikir untuk merebut milik orang lain yang kita yakini sebagai jodoh kita, atau bermain di belakang menipu pasangan resminya.
Ah, kenapa menodai rencana Tuhan yang begitu suci dengan pikiran dangkal manusia.

Jadi, haruskah saya menunggu jodoh, barulah saya mempunyai pasangan hidup?
Kalau mau menunggu, silakan.  Tapi yakin nih, jodohmu bukan orang yang sedang dekat denganmu? Ngga tahu juga kan. Jadi, amati dan rasakan orang-orang di sekelilingmu. Mungkin ada yang agak nyambung, mungkin ada yang rela berhujan-hujan untuk menemuimu, mungkin ada yang rindu setengah mati padamu.

Menjadikannya pasangan hidupmu, mungkin itu keputusan terbaik yang pernah kamu buat.
Sembari menanti datangnya jodoh,  sibuklah meningkatkan kualitas diri. Kata orang menunggu itu menyebalkan, demikian juga dengan menunggu jodoh. Lebih baik isi hidupmu dengan kegiatan-kegiatan yang berguna, diskusi yang membuka wawasan, dan mencari jati diri. Kelak, jika sudah waktunya dan kau bisa bertemu jodohmu, dia akan melihatmu sebagai seseorang yang patut diperjuangkan.

Akhirnya,Jika memang dia bukan jodohmu, tunggu saja rencana indah Tuhan.Jika tidak bisa di dunia, di akhirat nanti kau akan bersama.

*hanya ingin tahu, ketika diri sudah memantaskan untuk yang pantas, dan saat senja menjelang, kumenoleh ke samping, akankah kau yang berdiri anggun ada di sana?*
READMORE
 

jika pria menangis….




Pria adalah sosok yang kuat. Sejak kecil pria selalu dibiasakan untuk tegar dan tidak mudah untuk menangis dalam situasi apapun.

Namun salahkan jika seorang pria menangis dalam hidupnya?

Jika dibandingkan dengan wanita, pria jelas memiliki perbedaan baik dari sisi fisik & psikis. Wanita cenderung menggunakan perasaan sedangkan pria menggunakan akal logika. Sehingga untuk menjawab pertanyaan di atas, maka kita sepakat tentunya ada yang salah pada pria tersebut jika ia sampai menangis.

Masalah pekerjaan tidak akan menyebabkan pria menangis, pun masalah keuangan. Lalu, apakah yang membuat seorang pria menjadi menangis? Akal itulah jawabannya. 
Justru karena pria menggunakan akalnya lah yang menyebabkan ia menangis. Ia menangis karena telah lelah dalam berpikir, sel-sel dalam otaknya tidak mampu lagi untuk digunakan berpikir dalam menyelesaikan masalah. Saat ia menangis, jauh dalam pikirannya yang ada hanyalah air mata sebagai solusi.

Dalam kondisi tersebut, justru wanita dapat bersikap tegar. Kondisi ini berbeda dengan keseharian wanita yang mudah tersentuh meski hanya menonton sinetron picisan. 

Hal ini menunjukkan bahwa dalam kekuatan pria sebenarnya wanitalah yang jauh lebih kuat. Terbukti, saat pria bersedih bahkan sampai menangis hanya wanita lah pelipurnya.

Tentunya anda yang merasa sebagai pria yang tidak pernah menangis tidak setuju dengan tulisan saya ini. Tapi, cobalah untuk merunut ulang terhadap perjalanan hidup anda, siapakan yang selalu anda butuhkan saat akal anda tak mampu lagi diajak berkompromi & berpikir.

Jangan pernah malu bagi anda yang perah menangis, karena keluarnya air mata dapat mengurangi resiko anda terkena serangan jantung & stroke. Air mata dapat melepaskan segala beban yang selama ini ada di pundak. Tapi, tentu saja jangan keterusan menangis karena pasti orang akan bingung anda pria atau wanita.

saat pria menangis..
bukan kelemahan yang akan ditampilkan..
tapi yang diperlihatkan adalah kelembutan..
pria juga manusia…, sama seperti wanita.

AIR MATA TAK AKAN MEMBUAT PRIA TAMPAK LEMAH, TAK AKAN MEMBUAT LELAKI TAMPAK CENGENG.

Keluarkanlah air mata anda hanya pada saat yang tepat!

image source 
READMORE
 

untukmu yang merasa sendiri



Untukmu yang merasa sendiri karena ditinggalkan, ini untukmu ya,,

Sadarilah bahwa untuk beberapa saat engkau akan berlaku agak aneh, yaitu merasa bahwa engkau hanya sendiri di dalam hidup ini, dan bahwa dunia ini kosong dari apa pun yang bisa menggembirakanmu.
Cobalah ingat, betapa cerianya engkau dulu sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya?
Bukankah engkau dulu mampu untuk hidup mandiri dan bebas untuk bergembira di mana pun dan dengan siapa pun?
Apakah dia demikian hebatnya, sampai-sampai engkau berlaku menistakan nikmat Tuhan yang amat sangat luas ini?
… nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan?

Jangan sampai engkau tidak mendapatkan yang tidak baik bagimu sekarang, dan membatalkan kepantasanmu untuk mendapatkan belahan jiwa yang sesuai bagimu jika engkau berbaik sikap?
Apakah sesungguhnya engkau sedang menistakan rencana Tuhan bagi jiwa yang lebih baik, karena engkau tak kunjung membijak kehilangan yang tidak baik?
… nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan?

Sudahlah,,
Lupakanlah dia,,
Dulu engkau berbahagia tidak mengenalnya, dan engkau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya.
Perlakukanlah dia sebagai yang pernah kau cintai, seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini.
Pantaskanlah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik.

Sesungguhnya,,,
Keindahan yang kau dapat, sesuai dengan keindahan yang kau upayakan.

*a note for my friend
READMORE