Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

my greatest dad



Selama ini kita selalu menuliskan cerita cerita perjuangan seorang ibu untuk anaknya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
Papa biasanya mengajari buah hati kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut anak yang di sayanginya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu sikecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang pacar mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk
melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… 

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut -larut… Ketika melihat sikecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa sikecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi anak dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara/terminal/stasiun.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini- itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka dan mainan baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah :“Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ sikecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang belahan jiwamu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisin dan perhatiannya nanti.

Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang mengasihimu,
Papa pun tersenyum bahagia…. 
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:
“Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. sikecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi seseoarang yang luar biasa…. Bahagiakanlah ia bersama pasangannya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…


*bukan tulisan sendiri
READMORE
 

tentang hati




Rasa sayang itu bukan penilaian sayangku…
Rasa sayang itu proses!
proses dimana,kita memberikan hati kepada seseorang yg kita sayang.
secara utuh dan sepenuhnya...

NOL,bukan berarti angka yang tidak berarti…
NOL ada sebelum satu…
NOL pun bisa menambah penilaian.

Rasa sayang gak sama kayak NOL,
yang di kali atau di bagi dg angka berapapun hasilnya gak akan berubah!
bukan,bukan itu…
Rasa sayang itu proses…
proses bagaimana cara kita memberi perasaan kepada seseorang
hingga dia pun merasakan.
aku gak peduli mau berapa nilai atau point yang kamu kasi ke aku!

karena itu gak akan merubah sayang aku ke kamu!
READMORE
 

pada suatu ketika



"sekarang kucukupkan saja kita dengan rasa sayangmu padaku, dan mudah-mudahan cukup juga bagimu rasa sayangku."

mentari pagiku,,
ya, semenjak hari itu, kita mencintai dengan asumsi yang berbeda. aku mencintai kesunyianmu, hatimu. tempat segala pertahananku luruh, jauh sebelum mencapai batas kelu di lidahku. kita sama. perihal rasa. perihal cinta yang tidak pernah bisa di jelaskan kata-kata bertanda baca.

akan tiba pada suatu ketika,,,
semuanya beresonansi di vibrasi yang sama. menciptakan gema seperti sangkakala atau sebuah melodi indah yang sederhana.

akan tiba pada suatu ketika,,,
kita akan terantuk dinding tebal ingatan atau perihal cerita lama yang sering kita perbincangkan. lantas aku akan butuh berhenti sejenak mengobati luka, membersihkan yang tidak perlu kita berdua bawa selamanya. hingga saat itu tiba, akankah kau tetap mengagumiku?

akan tiba pada suatu ketika,,,
kita duduk berhadapan di sebuah meja bundar tanpa tepian dengan sudut tajam. setara.
dihadapanmu-dihadapanku, kita pertaruhkan dua hal yang sama. waktu dan hati, yang mungkin beralas sebuah obsesi kompulsif. pemenang mendapatkan semuanya. atau kita bisa saling mengalah lantas menanggalkan segalanya. 
sebelum berlalu menuju arah yang sama. 

mutiara di lautku,,, 
sekarang kamu bisa berhenti mencemburu. diammu jauh lebih dalam dari lubang hitam yang ditelaah pemikiran Einstein. lebih gelap dari ketenaran yang menghampiri kurt cobain.

bisa bayangkan itu? kelebihanmu, kelemahanku. jangan tempa aku dengan sesuatu yang cuma bisa dihadapi huruf rajah, dupa, atau kitab kuning. aku bukan sufi yang menasbihkan fatwa rindu dengan seucap saja kalimat kalbu.
jangan mengujiku dengan menjanjikan sesuatu. seperti aku tak pernah berjanji perihal apapun padamu.
aku tak menjual janjiku. yang kuperjuangkan peluk sayangmu.
sisi manusiamu.
READMORE
 

a woman who writes




Be in love with a woman who reads. Date a woman who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a woman who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a woman who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

She’s the one that reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most womans who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book. Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Coelho. See if she got through the first chapter of Fellowship of the ring. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a woman who reads. Give her books for her birthday, for New year eve and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Tagore, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

and if you have to,,

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a woman who reads knows that failure always leads up to the climax. Because womans who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Womans who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilightseries.

If you find a woman who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a woman who reads because you deserve it. You deserve a woman who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, propossed a woman who reads.

Or better yet, marry a woman who writes.
READMORE
 

september ini,,,



Pertengahan September..
Angin sudah begitu bersahabat kali ini
Begitu pun dengan mentari.

Aku menemukan seraut wajah teduh
Memaksaku untuk sejenak menaruh mata
Pada seulas senyum tulusnya.

Entah untuk kali ke berapa
Aku selalu punya waktu untuknya
Hanya sekedar mengamatinya,
Ya…memandanginya.
Lalu sibuk membaca tulisannya
Mengagumi kepandaiannya menuang makna dalam kata-kata yang sahaja
Aku bahkan tak pernah mengenalnya
Tapi dia memiliki pesona
Yang….entahlah
Aku selalu tak mampu mendeskripsikannya.

Seraut wajah di September ini
Kini menjadi pemilik rinduku
Yang ku dekap dalam lembar-lembar puisi
Dan ku meteraikan di kedalaman palung hati.
READMORE
 

rinduku,,,



Padamu yang kutitip rindu….

Jika kau lelah menunggu,,,maukah engkau bertahan.
meski memaksa,,

kuingin kau seperti matahari,,,yang setia pada pagi.
meski memaksa.,,

kuingin kau seperti bulan,,,indahnya hanya untuk malam,
meski memaksa lagi,,

kuingin kau seperti bintang,,,penunjuk jalan dalam ketersesatan.
meski memaksa kesekian kali,,

padamu yang kutitipkan rindu,,,
ku coba tuk tak memaksa,,,

meski kau tak seperti matahari,,,
aku kan setia menjadi pagi,,,
menunggu hadirmu meski mendung menutupi hari,,,

meski kau tak seperti rembulan,,,
aku kan menjadi gelap,,,
menunggumu meski dalam pekatnya malam

meski kau bukan lah gemintang,,,
aku kan mencarimu,,,
menujumu dalam kenisbian,,,

hingga kau datang…..
menyerahkan rindu yang kutitipkan.
READMORE
 

aku memilihnya




Aku telah memilih dirinya untuk melangkah bersama bintang dan asa. 
Disaat itu juga hati ini telah membentuk satu butiran harap bahwa duniaku bukan hanya sebebas yang pernah aku pikirkan. 

Aku tidak sebebas merpati diangkasa yang pergi pagi pulang malam. Aku telah terikat dengan sebuah cinta yang telah kubentuk. Tidak mudah membentuk cinta ini ketika semuanya harus kumulai dari sebuah langkah nol menuju ratusan langkah pasti kedepan. Disaat aku mencintainya, bukan berarti ketika itu juga aku sudah mapan dan siap. Tidak! Aku masih harus merangkai berlipat-lipat asa bersamanya. Aku sebenarnya masih ada janji untuknya sampai kami terpisah. Aku hanya ingin membuat dia bahagia. 
Titik, tidak perlu tahu bagaimana aku bisa melakukannya.

Dia memang tidak sempurna seperti kalian semua, tetapi aku tidak berharap banyak ketika dia telah hadir diduniaku. Karena aku juga bukan seorang malaikat yang bisa dan mampu menjadi sempurna dibalik ribuan kesalahanku. Aku tidak ingin dia pergi ketika dia tahu bahwa aku bukan yang terbaik untuknya. Tapi aku hanya bisa mengatakan bahwa inilah aku apa adanya. Karena itu adalah cinta.

Aku tahu tidak mudah memilih seorang malaikat hati. Aku pernah mengatakan kepadanya mungkin, bahwa cintaku bukan cinta mahal. Aku hanya butuh sebuah cinta sederhana yaitu dia mau menerimaku apa adanya. Kalaupun suatu saat nanti harus dicoba sang kuasa. Aku mau dia menghapus air mata ini, aku mau dia selalu didekat dan memberikan satu langkah pasti tentang kehidupan. Aku mau dia selalu memberikan senyum untukku. Aku mau dia selalu mendekatkan tubuhnya untukku. Aku hanya ingin dia tidak menyentuh hati ini dengan sebuah kata-kata penyedih yang memilukan hati ini. Mungkin lebih tepatnya, aku ingin selalu dia hadir dalam kehidupan ketika awan tidak hanya bersinar, tetapi ketika awan muram durja. Ini juga yang aku namakan cinta.

Tuhan, izinkan dia bersamaku membentuk dunia baru yang benar-benar baru untuk kami berdua. Dunia yang penuh dengan cinta, maaf, hormat, menghargai, percaya, jujur, membantu. Dunia yang hanya kami berdua yang tahu. Kalau engkau izinkan dia mala mini bersamaku.
READMORE
 

iya,,aku bahagia



Jika tak ada opsi lain untuk mengejawantahkan apa yang aku rasakan saat ini,, adalah ‘Iya’ yang ingin aku ucapkan.

Atas semua tanya yang tak pernah kau ungkap.
Karena memang kata itu yang menurutku sesuai untuk menjadi sebuah jawaban.

Ya, aku memang tengah merasakannya.
Bahkan seiring berjalannya waktu, grafiknya perlahan-lahan mulai merambat naik, naik dan naik.
Jika kau tanya apa aku menikmatinya? maka jawabanya-pun ‘iya’.

Bahkan aku sangat menikmatinya. Bayangkan jika kau berjalan di Gurun pasir yang sangat panas dan kering,, tiba-tiba kau bertemu dengan Oase dengan air yang jernih dan segar.
Atau, kau berada di tempat yang belum pernah kau datangi sebelumnya,  gelap gulita, tak dapat melihat apapun, terdiam, karena jika melangkah takut salah arah,, tiba-tiba ada yang memberimu lilin dan kompas.

Apa yang kau rasakan??
Begitulah kira-kira pendeskripsianku saat ini..

Hanya saja,, logikaku tak bisa begitu saja menerima.
Ia berteriak-teriak memberontak cemburu!! .
Ia menganggap, aku tak berlaku adil padanya, menjadikannya anak tiri yang tengah aku abaikan keberadaannya..
Sekuat tenaga Ia mempengaruhik,,,.
Menyodori aku dengan deretan kemungkinan yang bakal terjadi jika aku terlalu menuruti hatiku.. Memang,, semuanya hanya mungkin dan Apa yang dikhawatirkannya belum tentu terjadi,,

Tetapi bukankah berpikir sebelum bertindak adalah sebuah kebijaksanaan??
Aku tahu maksudnya,, Ia tak ingin aku Egois. Sehingga dapat melukai hatiku sendiri  ataupun tanpa sengaja melukai hati yang lain,,
Jika masih kau tanya apa saat ini aku bahagia?? maka jawabannyapun ‘Iya’..

Saat ini rasa itu memang tengah mendominasi hatiku.
Tetapi untuk kamu ketahui,, semua ini tidak lantas membuatku lupa bahwa kau ada.
Karena bagaimanapun aku tak akan  bisa menghapus catatan yang lebih dulu aku,kamu,kita tulis..

Akhirnya………
aku masih di sini,, di tempat ini,, menikmati rasa ini,,
seraya tak putus  berharap Sang Pemberi warna Pelangi yang menentukan apa yang terbaik untuk kita..
Dan  kita bisa kembali tersenyum bersama dalam keikhlasan…
READMORE
 

tentang cinta,,tentang kita,,




….. 
Bukankah George Bernard Shaw mengatakan bila cinta itu kekanak-kanakan, penuh dengan keingin-tahuan. Ibarat gairah hormon yang menggelora, sehingga bisa pula menguap dengan cepat. Tetapi apakah cinta hanya dialami remaja? 

Pepatah turki mengatakan “cinta remaja berasal dari bumi, cinta dewasa datang dari surga”. Jadi, orang dewasa, bahkan yang sudah lansia, bisa juga menikmati cinta yang indah.

Albert Einstein fisikawan penerima Hadiah Novel itu pernah berujar, terlalu naif kalau kita hanya menggunakan teori-teori kimiawi atau fisika untuk menjelaskan peristiwa biologis yang kompleks, sebagaimana halnya cinta pertama. 

Nietzsche, filsuf yang genius itu merasa kesulitan pula menjelaskan mengapa cinta hadir, selalu ada kegilaan dalam cinta, dan selalu ada alasan untuk semua macam kegilaan. Woww…..!!

Bahkan Benjamin Disraeli menganggap cinta itu magis, karena kita tidak tahu bahwa ia tak akan berkesudahan. 

Nicholas Sparks menegaskan tidak ada cinta yang sedemikian hebat seperti cinta yang tulus.

Nah, tentu yang paling romantis, kalau kita merayakan apa itu cinta di pinggir sawah, di kaki gunung, ketika tarian edelweis yang anggun diiringi oleh gerakan awan yang indah. 

Teruntuk masa depanku yang akan datang. Memang engkau bukan cinta pertamaku, tetapi dengan kesungguhan engkau akan menjadi yang terakhir.
READMORE
 

edelweis



wanitaku,,
ketika ku tiba di puncak gunung yang tinggi dan melihat hamparan bunga edelweis yang anggun,sangat cantik.
aku ingin engkau seperti itu,,

bukan seperti ilalang, yang berdiri tegak diacuhkan orang-orang, bahkan terinjak.
bukan juga seperti mawar, yang walaupun indah, tetapi menyembunyikan duri yang dapat melukai.

aku hanya ingin engkau seperti edelweis,,
berada ditempat yang tinggi, dan hanya dapat disentuh oleh orang yang memang pantas, setelah berpayah-payah melewati rintangan.

edelwies bunga terjaga,,
dan aku ingin engkau selalu menjaga dirimu.
edelweis bunga abadi,,
dan akupun berharap engkau abadi dihatiku.
READMORE
 

tentang jodoh




Masih ragu akankah dia yang sedang bersamamu adalah jodohmu? 
Atau kecewa dia yang telah pergi ternyata bukan jodohmu? 


Jodoh itu apa sih?
Kalau menurut definisi, jodoh adalah: orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan; sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: cocok; tepat.
Kalau saya boleh menjelaskannya menggunakan definisi pribadi, jodoh adalah seseorang yang klop banget dengan kita. Memahami, satu pikiran, sepemahaman, saling melengkapi, sehingga saat akhirnya kita dipertemukan, jadi heran sendiri. Serasa de ja vu, seperti sahabat lama yang bertemu lagi.
Karena meskipun baru pertama bertemu, atau setelah sekian lama baru merasakan perasaan itu, jodohmu sudah dapat memahami apa maumu, dan nyambung kalau diajak ngomong. Istilahnya, chemistrynya dapat.

Apakah jodoh ada di tangan Tuhan?
Ya. Jadi banyak-banyak doa saja agar dipertemukan dengannya. Tapi jangan ngotot lo ya, sehingga saat belum dipertemukan, kamu jadi stress sendiri. Let it flow saja, rencana Tuhan tetap jadi misteri, hingga saat kau mati.

Haruskah jodoh saling memiliki?
Dulu, kalau ada yang bilang  ‘cinta tak harus memiliki’, biasanya saya akan sinis menanggapi ‘ini yang ngomong pasti habis ditolak cintanya’.
Lama-lama, saya merasa perkataan ini ada benarnya. Coba lihat lagi definisi di atas. Ada yang bisa menikah dengan jodohnya, ada yang bisa pacaran dengan jodohnya, ada yang tahu jodohnya sudah jadi pasangan orang, ada yang tahu rasanya si X ini jodohnya tapi tidak mungkin jadi pasangan, ada yang malah belum tahu jodohnya ada dimana di belahan dunia ini. Pokoknya somewhere outhere beneath the rainbow deh di bawah langit yang sama.
Kita tidak tahu jodoh kita yang mana, sedang apa dan sama siapa (macam lagunya kangen band aja..). Tidak perlu berpikir untuk merebut milik orang lain yang kita yakini sebagai jodoh kita, atau bermain di belakang menipu pasangan resminya.
Ah, kenapa menodai rencana Tuhan yang begitu suci dengan pikiran dangkal manusia.

Jadi, haruskah saya menunggu jodoh, barulah saya mempunyai pasangan hidup?
Kalau mau menunggu, silakan.  Tapi yakin nih, jodohmu bukan orang yang sedang dekat denganmu? Ngga tahu juga kan. Jadi, amati dan rasakan orang-orang di sekelilingmu. Mungkin ada yang agak nyambung, mungkin ada yang rela berhujan-hujan untuk menemuimu, mungkin ada yang rindu setengah mati padamu.

Menjadikannya pasangan hidupmu, mungkin itu keputusan terbaik yang pernah kamu buat.
Sembari menanti datangnya jodoh,  sibuklah meningkatkan kualitas diri. Kata orang menunggu itu menyebalkan, demikian juga dengan menunggu jodoh. Lebih baik isi hidupmu dengan kegiatan-kegiatan yang berguna, diskusi yang membuka wawasan, dan mencari jati diri. Kelak, jika sudah waktunya dan kau bisa bertemu jodohmu, dia akan melihatmu sebagai seseorang yang patut diperjuangkan.

Akhirnya,Jika memang dia bukan jodohmu, tunggu saja rencana indah Tuhan.Jika tidak bisa di dunia, di akhirat nanti kau akan bersama.

*hanya ingin tahu, ketika diri sudah memantaskan untuk yang pantas, dan saat senja menjelang, kumenoleh ke samping, akankah kau yang berdiri anggun ada di sana?*
READMORE
 

aku ingin engkau,,




Aku tak ingin engkau menjadi lilin..
Meski cahaya kecilnya indah
Tapi ia hanya ada ketika gelap gulita datang bersinggah

Tapi Aku ingin engkau menjadi mentari pagiku,,
Yang cahayanya selalu dinanti setiap pagi
Dan kehadirannya selalu disambut senyum oleh seluruh penghuni bumi

Aku tak ingin engkau menjadi lilin..
Ia memang datang untuk menerangi
Tapi ketika ia pergi tak ada yang menangisi

Tapi Aku ingin engkau menjadi mentari pagi,,
Ia tercipta untuk menerangi seluruh titik bumi
Tapi ketika ia pergi …
Semua menunggu ia datang kembali esok hari
Karena  jika ia tak kembali
Maka itu pertanda bahwa lautan harapan kehidupan
Sudah tak akan mungkin diraih lagi…

Aku tak mau engkau seperti lilin..
Ketika ia bercahaya
Ia hanya memberi sementara

Tapi aku ingin engkau seperti mentari
Yang cahayanya tak habis untuk memberi
Meski dinikmati seluruh makhluk di muka bumi…

Aku tak ingin engkau seperti lilin,,
Yang terkadang egois ketika menerangi dirinya sendiri
Hingga cahayanya padam dan meleleh tanpa sebuah arti

Tapi aku ingin engkau seperti mentari
Yang selalu mau berbagi
Meski  ia nanti juga pergi dan tak kembali untuk menerangi
Semua akan mengingatnya sebagai ciptaan terindah sang Illahi.
READMORE