Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan

Its not fair??





Sigmund Freud, bapak psikologi modern yang lebih dari 30 tahun mempelajari perilaku manusia berkata “Apa sih yang di’inginkan wanita?”.

Wanita memang makhluk yang kompleks dan membuat banyak pria bingung akan apa yang sebenarnya diinginkan. Wanita. Kadang wanita berkata “A”, namun saat anda berikan “A”, wanita malah minta“B”. Dan saat anda berikan “B”, ia malah berkata “A” justru lebih bagus dari “B” tanpa alasan yang jelas.

Pria kerap kali memandang cinta wanita sebagai kebutuhan primer yang jika tidak segera dikonsumsi dapat menyebabkan kematian jiwa. Hal ini menyebabkan banyak Pria melakukan “pengorbanan mati-matian” hanya demi mendapatkan cinta seorang Wanita. Ada yang RELA menghambur-hamburkan uang untuk membeli apapun yang diminta Wanita, ada yang rela membuang waktu percuma hanya untuk menjadi “pembantu” sang Wanita, ada yang rela menemani sang wanita berlama-lama belanja, membawakan belanjaannya, menjadi “sopir keliling” nya, mendengarkan cerita “membosankan” nya, bahkan ada yang rela menghancurkan seluruh hidupnya hanya untuk mendapatkan “cinta” seorang Wanita.

Tidak cukup dengan tindakan yang cukup merugikan dirinya, Pria juga kadang merugikan orang lain dengan bersaing, berkelahi, “makan teman” hingga rela meninggalkan keluarganya hanya demi seorang Wanita. Semua hal gila ini dilakukan untuk menunjukan seberapa besarnya pengorbanan yang dapat dilakukan seorang Pria untuk mendapatkan cinta seorang Wanita.

Namun saat sang Wanita yang ia idam-idamkan pergi dengan Pria lain, pria malang yang suka “berkorban” ini stress, depresi, bahkan mungkin bunuh diri. “Apa sih yang kurang dari pengorbanan saya?” Itulah kalimat yang sering terdengar dari curhat para Pria yang sudah melakukan segalanya namun ditinggal wanita. Mereka berpikir bahwa semakin banyak pengorbanan mereka, semakin Wanita akan tertarik dengan mereka.

Lalu apakah benar bahwa pengorbanan mati-matian adalah cara terbaik untuk mendapatkan cinta seorang wanita?

Hmmm...
Itu adalah CARA LAMA YANG TIDAK ADIL.
Jika itu adalah CARA LAMA yang TIDAK ADIL, adakah CARA BARU yang lebih ADIL, MUDAH dan MENGUNTUNGKAN?
Bayangkan jika anda dapat menjadi diri sendiri dan tidak perlu lagi melakukan hal-hal gila hanya demi mendapatkan cinta seorang Wanita.
Bayangkan jika ada cara yang lebih mudah, nyaman dan jauh-jauh lebih efektif dibandingkan pengorbanan dan penyiksaan diri.
Apakah ada cara seperti itu?

Hmmm...
Beruntunglah anda karena anda adalah orang terpilih yang akan mengetahui RAHASIA yang 99% pria diluar sana tidak ketahui. Ingat, banyak berkorban, melakukan hal-hal gila, menghambur-hamburkan uang, sok jagoan, sok macho, sok pintar, sok baik, sok membantu, sok kenal-sok dekat, sok baik DEMI mendapatkan cinta seorang wanita adalah CARA LAMA YANG
TIDAK ADIL.

Memang kadang kala cara tersebut berhasil jika anda memiliki fisik ideal, terkenal, kaya raya, ataupun jika memang sang wanita SUDAH TERTARIK dengan anda “dari sananya”. Namun bagaimana jika anda memiliki fisik “standar”, belum kaya, belum terkenal ataupun jika sang Wanita memang BELUM tertarik dengan anda “dari sananya”?

Diam saja tidak cukup, Anda harus lakukan sesuatu.

ANEH TAPI NYATA
Sejak SMU saya bingung melihat sebuah fenomena tentang Pria dan Wanita.
MENGAPA cewe-cewe cantik, imut, pintar dan seksi selalu DEKAT dan BERPACARAN dengan:
cowo-cowo yang suka tawuran,
cowo-cowo “Nakal” yang suka membodoh-bodohi anak-anak pintar,
anak-anak populer yang gaul dan cool?

Mengapa anak-anak yang pintar kesayangan guru hanya dapat berpacaran dengan cewe-cewe yang tidak terlalu menarik?
Lucunya, Anak-anak yang suka tawuran dan anak-anak populer JARANG ada yang ganteng atau kaya.
Apa mungkin Wanita suka dengan pria populer atau yang kuat fisik nya?

Hmmm…
Di bangku kuliah saya melihat sedikit perubahan. Wanita di bangku kuliah lebih selektif. Saya mulai menemukan wanita cantik, imut, pintar dan seksi MULAI SUKA dan BERPACARAN dengan pria yang pintar secara akademis. Namun tetap saja Pria “Nakal” dan Populer adalah “Rajanya” Wanita di Kampus!

Hmmm… aneh…
saya masih melihat kesamaan mendasar yaitu:
Wanita suka Pria Populer dan kuat secara fisik,
Diantara Pria tersebut jarang ada yang Ganteng atau Kaya,
Pria yang pintar secara akademis pun jarang ada yang Ganteng atau Kaya.

Saya mulai berpikir bahwa mungkin Wanita dibangku Kuliah mulai berfikir tentang membangun rumah tangga, yang menyebabkan mereka mencari Pria mapan untuk dijadikan suami.
YA, mungkin Wanita menginginkan Pria Mapan!

Di lingkungan pekerjaan yang membuat saya memiliki kesempatan untuk mempelajari perilaku banyak kerabat kerja saya, yaitu para wanita dari berbagai macam budaya dan latar belakang. Diantaranya adalah Wanita Indonesia, Asia, Eropa, Amerika, India dan wanita percampuran budaya.

Dan anda tau apa yang saya temukan?
Banyak Wanita yang bersuamikan Pria Mapan menjalin “hubungan rahasia” dengan Pria yang “nakal” mirip seperti di SMU.
Banyak Wanita karir yang CANTIK, SEKSI dan SUKSES, tidak menjalin hubungan dengan Pria yang “seimbang”, namun malah menjalin hubungan dengan Pria yang SANGAT TIDAK TAMPAN dan TIDAK KAYA.
Banyak Pria SUPER KAYA yang rela membelikan apapun demi cinta seorang Wanita malah DITOLAK oleh sang wanita yang lebih memilih Pria biasa saja.

Hal ini tentu membuat saya bingung karena yang saya tau adalah Wanita suka Pria GANTENG dan KAYA. Namun mengapa semua yang saya lihat justru BERTENTANGAN dengan apa yang semestinya terjadi?
Lebih aneh lagi, teman-teman sayapun menemukan hal yang sama. Saya berulang kali bertanya kepada banyak teman saya akan ALASAN mengapa hal janggal ini terjadi, dan jawaban mereka selalu SAMA, yaitu:
Itulah TAKDIR. Para Pria itu beruntung.

Apa benar begitu? Saya sangat tidak puas dengan jawaban tersebut karena fenomena ini LEBIH dari sekedar takdir. Ada PROSES TAK TERLIHAT yang terjadi dibalik semua fenomena ini. Pada saat saya jalan-jalan sekalipun, saya melihat fenomena aneh ini,
Seorang Wanita BERKELAS yang SANGAT Cantik memeluk erat seorang pria pendek, sama sekali tidak ganteng, hitam dekil, dan berjalan mesra di sebuah mall. Sang Pria tidak terlalu mempedulikan si Wanita, namun sang wanita berusaha mencari-cari perhatian sang Pria dengan memeluknya erat dan terlihat sangat bangga dengan pasangannya tersebut!
Seorang Pria rambut kribo yang sama sekali tidak ganteng, berkulit coklat dengan tindikan serta TATO disekucur tubuhnya, membonceng –DUAWANITA CANTIK dan SEKSI di motornya! Para Wanita tersebut memeluknya erat, jadi saya yakin itu bukan tukang ojek!

Bahkan fenomena ini terjadi pada banyak teman Wanita saya yang menurut saya adalah Wanita berkualitas,
Teman Wanita saya yang SUPER CANTIK mengorbankan UANG, PEKERJAAN dan TEMAN demi Pria yang tidak pantas untuk mereka. Pria cuek dan tukang selingkuh. Anehnya, teman Wanita saya malah dengan sabar dan SETIA memberikan segala macam kebutuhan sang Pria TANPA DIMINTA.
Ada juga teman Wanita saya yang curhat kepada saya tentang betapa mereka MENCINTAI dan MENYAYANGI pacar mereka yang menurut saya sangat-sangat tidak berimbang secara fisik. Pria-pria Pendek, Tua, Kurus, Gemuk dan tidak menarik sama sekali secara fisik maupun finansial.

Cukup pusing dengan kenyataan ini, saya mulai meng-interview beberapa teman Wanita saya yang “janggal” ini tentang mengapa mereka memilih Pria yang kurang baik untuk mereka.
Jawaban mereka selalu sama, yaitu:
Gue udah sayang sih sama dia!
Ga tau! gua suka aja sama dia!
Kalo udah cinta, mau gimana lagi?

Para wanita ini sepertinya BUTA akan kenyataan. Tidak hanya mereka tidak lagi memandang wajah ganteng maupun dompet tebal sang Pria, merekapun rela berkorban mati-matian mirip seperti Pria dengan CARA LAMA YANG TIDAK ADIL lakukan.
Anda tentu pernah melihat fenomena aneh ini bukan?

Hmmm...
Ada FAKTOR LAIN yang membuat wanita TERTARIK kepada seorang Pria MELEBIHI faktor fisik, pengorbanan maupun materi.
Suatu kekuatan dasyat yang sangat menarik bagi wanita.
Sesuatu yang akan membuat anda terkejut dan tersenyum saat anda mengetahuinya...
Sesuatu yang akan mengungkap RAHASIA dibalik semua keanehan yang terjadi.

Mari mulai menghilangkan paradigma : PRIA MENGEJAR, WANITA MENENTUKAN

Coba tanya kepada Wanita: “Siapa yang mengejar, siapa yang menentukan?”
Kebanyakan Wanita akan menjawab bahwa Pria lah yang MENGEJAR dan Wanita lah yang MENENTUKAN.

Pria bagaikan minuman dingin bagi wanita. Wanita menikmati setiap tetes minuman dinginnya, dan MEMUTUSKAN apakah minuman tersebut enak atau tidak. Jika enak, ia akan meminum minuman yang sama. Namun jika tidak, ia akan mengganti minuman tersebut dengan minuman yang baru.
Pria memberikan pujian, pelayanan, pengorbanan serta materi kepada wanita dengan MOTIF agar Wanita tersebut JATUH CINTA dengannya.

Dan seperti minuman dingin, Wanita menikmati setiap pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian sang Pria TANPA PEDULI MOTIF dibaliknya.
Malangnya, sang Pria yang belum juga mendapatkan cinta sang wanita malah berpikir bahwa semua yang ia berikan KURANG BANYAK. Oleh karena itu, ia malah memuji lagi lebih banyak, melayani lagi lebih banyak, berkorban lagi lebih banyak, dan memberi lagi lebih banyak DENGAN MOTIF yang sama, yaitu agar sang Wanita JATUH CINTA dengannya.
Sang Wanita sudah tentu akan menikmati kembali setiap pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian sang Pria tanpa sama sekali JATUH CINTA dengannya.

Hal ini tentu menyebabkan sang Pria dongkol dan menuduh sang Wanita sebagai orang tidak tau berterima kasih.
Inilah yang terjadi. Pria MENGEJAR dengan pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian, wanita MENENTUKAN siapa yang layak ia cintai TANPA PEDULI pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian apapun dari sang Pria.

Jangan pernah berpikir bahwa semakin indah pujian anda, semakin baik pelayanan anda, semakin besar pengorbanan anda, semakin mewah pemberian anda, Wanita akan jatuh cinta kepada anda begitu saja. Pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian bukanlah HAL yang membuat wanita jatuh cinta!

Nah sekarang…
Mungkinkah kondisinya dibalik, dimana wanita yang mengejar dan pria yang menentukan?
Tentu saja!
Namun perlu anda ketahui bahwa wanita sudah terkondisi sejak dulu kala untuk memiliki “gengsi sebagai wanita” yang menyatakan bahwa Pria lah yang HARUS mengejar dan Wanita lah yang menentukan. Bahkan jika ada wanita yang tertarik dengan anda, ia akan berusaha membuat skenario untuk membalikan situasi dimana pada akhirnya, andalah yang akan mengejarnya, dan dia yang menentukan.
Oleh karena itu, pada saat anda berhasil membuat wanita mengejar anda, biarkan saja situasinya TAMPAK seakan sang wanita yang memiliki kendali untuk menentukan, namun dibalik itu, anda tau bahwa situasi sebenarnya adalah sang wanitalah yang mengejar anda, dan andalah yang menentukan.

Jika Pria bagaikan minuman dingin bagi Wanita, buatlah sang Wanita mencicipi minuman tersebut sedikit demi sedikit dan buatlah sang wanita ketagihan. Pada saat dirinya sudah ketagihan, tarik minuman nya perlahan-lahan dan disitulah ia mulai mengejar anda.

Makin penasaran?? Sedikit ilustrasi buat ngubah paradigma,,

Mau pnya cw idaman,cw yg super cantik,tp ga pd dgn tampang gua nih.kayanya kurang d tampang g kayanya.gimana yah?apakah cw cantik yg kita idam2kan tidak melihat tampang kita?gimana cara memikatnya kalo gitu?

gw kasih tahu satu rahasia...
dont ever judge the book by the cover...
seorang cewe, secantik apapun dia, manusia juga...
kayak lu dan gw, dia punya sisi insecure dalam diri dia...
saran gw, lu PD aja...
jangan fokus pada kecantikan dia, fokus pada kelemahan dia...
gw sama kayak lu, tampang pas-pasan, jauh dari cakep... tapi who cares, kenapa gw mesti peduli ma tampang fisik gw... ketika gw ketemu ce cantik, gw gak akan berpikir "wuihhh neh ce putih bgt..." sebab kalo gitu mental gw udah jatuh dan gw bakal gugup+kaku depan dia atau malah-malah salting...
sebaliknya, gw bawa otak gw ke mindset kayak gini "neh ce cantik seh...tapi kok buncit" atau "kok bajunya norak," atau "nih cewe dah oon dower pula" dan banyak kelemahan lainnya.... lucunya, gw jadi lebih rileks dan gak nganggap kecantikan dia sebagai sesuatu yang istimewa...

intinya jangan pernah mau kalah sebelum bertanding bro...cewe cantik tuh bukan dewi yang menanti orang yang memuja-muji kecantikannya...
dia sama seperti semua cewe, menanti pangeran penakluk hatinya...

apakah lu mau jadi sebatas seorang pemuja, atau pangeran?

the rest is up to you!
Don’t ever just be yourself, but be the best of yourself lads

READMORE
 

Revolusi Perancis : sisi lain



Saya pernah membaca buku tentang Revolusi Perancis karangan sejarahwan terkemuka Indonesia, Sartono Kartodirjo. Buku tebal yang menceritakan secara detil peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum, selama dan setelah Revolusi Perancis tahun 1789 itu sama sekali tidak menyebutkan "jew factor" dalam peristiwa sejarah itu.

Saya baru "ngeh" adanya "jew factor" dalam peristiwa tersebut setelah melihat film tentang Napoleon Bonaparte. Saat Napoleon masih menjadi seorang perwira muda, ditunjukkan dalam film itu bahwa struktur pemerintahan Perancis paska Revolusi Perancis sangat tipikal yahudi, mirip model pemerintahan komunis dengan Dewan Revolusi dan komisaris-komisarisnya yang menjadi pengawas birokrasi pemerintahan dan militer. Model pemerintahan seperti ini sebenarnya juga ditiru oleh Adolf Hitler yang dengannya ia mampu mengkonsolidasikan kekuatan untuk digunakannya melawan yahudi. Senjata makan tuan, mungkin demikian pikir Hitler kala itu. 

Revolusi Perancis adalah sebuah peristiwa sejarah terbesar setelah runtuhnya kemaharajaan Romawi. Bagi orang-orang yahudi "penguasa belakang layar" sendiri Revolusi Perancis adalah sebuah "keberhasilan terbesar" meski bukan keberhasilan pertama mereka dalam hal menumbangkan sebuah pemerintahan yang telah mapan selama ratusan tahun.

Revolusi Perancis telah didahului oleh peristiwa Perang Sipil Inggris satu setengah abad sebelumnya yang "berhasil" menumbangkan dan menghukum pancung Raja Charles I dan secara efektif mengurangi kekuatan politik raja-raja Inggris. Meski sebagaimana paska Revolusi Perancis, paska Perang Sipil Inggris sempat diperintah oleh regim kejam yang membunuhi ribuan rakyat Inggris, struktur sosial, politik, budaya dan identitas Inggris tidak banyak berubah. Bahkan kemudian putra Charles I, yaitu Charles II, mampu kembali berkuasa dan menghukum mati musuh-musuh ayahnya ---meski kemudian Charles II pun ditumbangkan oleh konspirasi yahudi dengan menggunakan tangan seorang bangsawan Belanda, Williems Oranje. Paska Revolusi Perancis, seluruh stuktur sosial, konstitusi hingga identitas Perancis termasuk mata uang dan benderanya, berubah total.

Peristiwa seperti itu sudah seharusnya mendapat perhatian besar, mengingat kemudian peristiwa-peristiwa sejenis, di mana konspirasi yahudi menjadi penyebabnya, terjadi di berbagai belahan dunia. Di kalangan masyarakat Eropa yang paling dikenang tentu adalah Revolusi Bolshevik di Rusia. Sedang di kalangan Islam adalah Revolusi Turki yang menumbangkan kekhalifahan Usmani.

Perlu dicatat bahwa Revolusi Perancis sama sekali bukan "pekerjaan" orang-orang Perancis yang ditujukan demi kebaikan rakyat Perancis. Revolusi Perancis digerakkan oleh agen-agen kepentingan asing (yahudi kapitalis internasional) dengan tujuan menghancurkan seluruh stuktur masyarakat dan negara Perancis untuk digantikan dengan "orde baru" yang sesuai dengan kepentingan asing.

Fakta bahwa kepentingan asing berada di balik Revolusi Perancis tidak saja dikemukakan oleh sejarahwah Sir Walter Scott, namun juga tokoh gerakan itu sendiri, Robes Pierre. Keduanya menyebutkan bahwa "orang-orang asing berada di tempat tinggi di Dewan Revolusi". 

Hal ini pun dikonfirmasi oleh dokumen Protocols of Learned Elders of Zion (Protocols of Zion), dokumen rahasia yang memuat rencana dominasi dunia oleh tokoh-tokoh yahudi. Protokol ketujuh dan pertama dokumen itu mengatakan:

"Ingat dengan Revolusi Perancis yang kepadanya kita menyebutkan sebagai keberhasilan besar. Rahasia dari persiapannya dikenal luas di kalangan kita karena sesungguhnya itu adalah pekerjaan kita."

"Kitalah yang pertama kali berteriak di antara massa 'Liberty, Equality, Fraternity.' Orang-orang gentile (non-yahudi) bodoh berdatangan dari seluruh penjuru untuk memakan umpan itu, dan bersama mereka melakukan "kebaikan untuk dunia". Bahkan orang-orang bijak dari gentile sedemikian bodohnya sehingga tidak mengerti bahwa dalam realitas tidak pernah ada persamaan dan kebebasan."

Jika kita mengaitkan peristiwa-peristiwa sejenis di Inggris (1640), Perancis (1789), Jerman dan Hungaria (1918-19), dan Spanyol (1936), kita akan merakan sebuah drama realitas yang mencengangkan.
"Revolusi adalah pukulan yang menghantam seorang yang lumpuh."

Namun demikian keberhasilan sebuah revolusi tergantung pada persiapannya yang memiliki kharakter: terorganisir rapi dan luas, sumber daya yang besar, kerahasiaan yang tinggi, dan tentu saja disertai dengan kelicikan yang luar biasa.

Adalah sangat mengherankan bahwa segerombolan orang, atau katakan suatu gerakan masyarakat mau melakukan sebuah revolusi karena membutuhkan ongkos yang sangat mahal dan berbahaya serta membutuhkan operasi yang rumit.

Proses pengorganisasian sebuah gerakan revolusi dimulai dengan berbagai upaya melumpuhkan "sasaran" dan dilanjutkan dengan pukulan akhir terhadap sasaran yang telah lumpuh. Pada tahap pertama-lah, perlunya kerahasiaan yang sangat vital. Dampak-dampak yang tampak pada tahap ini misalnya adalah: melonjaknya beban hutang negara, ketidak berdayaan birokrasi mengontrol aparatnya, "lemahnya" wibawa pemerintah di mata masyarakat, dan tentu saja munculnya kelompok-kelompok kepentingan asing yang bersifat rahasia di negara sasaran. 

Hutang, terutama luar negeri, adalah jeratan pertama yang paling simpel. Dengan hutang ini penguasa negara sasaran menjadi lemah posisi tawarnya terhadap pengaruh asing. Pada saat negara sasaran menjadi lemah, mereka tidak kuasa menolak kepentingan asing yang mulai menjerat seluruh struktur politik, sosial dan ekonomi negara sasaran. 

Selanjutnya baru disusunlah rencana akhir berupa revolusi, gerakan massa hingga kerusuhan sosial untuk menumbangkan regim pemerintah. Tentu saja semuanya diawali dengan munculnya fenomena korupsi yang merajalela atau krisis ekonomi yang menimbulkan kekecewaan massa. (Masih ingat gerakan Reformasi 1998? Meski saya termasuk orang yang pertama sujud syukur karena tumbangnya Soeharto, kini saya sadar sepenuhnya, gerakan itu bukanlah sepenuhnya gerakan murni masyarakat).

Pada awal dekade 1780-an kelumpuhan finansial mulai terasa di Perancis saat bankir-bankir yahudi mulai bercokol kuat di Perancis.

"Mereka menguasai sebagian besar stok emas dan perak dunia hingga mampu membuat seluruh Eropa menjadi debitur mereka, khususnya Perancis," tulis Sir Walter Scott dalam "Life of Napoleon".

"Perubahan fundamental terjadi dalam struktur ekonomi Eropa dimana kelompok elit masyarakat berubah menjadi kelompok terhutang (debitur). Pada masa lalu, tingkat kesejahteraan diukur dengan kepemilikan tanah dan bangunan, ladang, ternak dan tambang, namun dengan struktur yang baru segalanya diukur dengan uang yang pada dasarnya merupakan surat hutang (kredit)." 

Hutang yang dipikul kerajaan Perancis saat itu sebenarnya tidak terlalu besar jika dihitung dengan nilai properti milik kerajaan, namun menjadi sangat besar saat dihitung dalam bentuk emas, dan menjadi alasan menteri keuangan untuk mencetak uang berdasarkan nilai tanah dan aset-aset riel kerajaan lainnya. Situasi ini dikondisikan dari satu pejabat keuangan satu ke pejabat keuangan lainnya yang tidak bisa atau memang sengaja tidak ingin melepaskan diri dari genggaman sistem keuangan internasional yang diciptakan para bankir yahudi.

Dalam kondisi seperti itu, surat hutang pemerintah semakin besar dan berat bebannya, karena hutang dihitung berdasar ukuran emas dan perak yang tidak diproduksi oleh Perancis. Dan siapa yang paling diuntungkan dengan perubahan stuktur ekonomi ini? Para spekulator emas dan perak yang telah sukses menjungkir balikkan keuangan Eropa, menggantikan aset-aset riel dengan hutang berbunga.

"Standar emas telah menghancurkan negara-negara yang mengadopsinya, karena kegagalan memenuhi kebutuhan uang, labih jauh kita telah menghilangkan emas dari peredaran." "Hutang mengayun seperti pedang Damocles di antara leher para penguasa yang datang merengek untuk diberikan pinjaman." (Protocols of Learned Elders of Zion)

Lady Queensborough dalam bukunya "Occult Theocracy" mengutip L'Anti-Semitisme karya Bernard Lazare (1894) menyebut figur-figur asing di belakang layar Revolusi Perancis, semuanya bankir yahudi. Di antaranya adalah Benjamin dan Abraham Goldsmid, Moses Mocatta, Sir Moses Montifiore, Daniel Itsig, David Friedlander, dan Herz Cerfbeer. 

Sir Walter Scott dalam "Life of Napoleon" dengan tepat menggambarkan situasi menjelang Revolusi Perancis: 

"Para pejabat keuangan yang sengaja membuat bangkrut pemerintah itu mendapat perlakuan istimewa dari para bankir yang memenuhi nafsu tamak mereka dengan satu tangan dan kehancuran di tangan lainnya. Dengan terus menerusnya pemberian hutang berbunga serta berbagai hak-hak penjaminnya, seluruh keuangan negara Perancis terjerumus ke dalam kehancuran."

Menteri keuangan Perancis kala itu adalah Necker, berasal dari Swiss dan keturunan Jerman, putra dari seorang profesor Jerman yang oleh penulis sejarah McNair Wilson disebutkannya: 

"Necker telah mengendalikan kekayaan kerajaan sebagai perwakilan dari penguasa sistem keuangan berdasar hutang." 

Berdasar kebijakannya serta latar belakang Necker sebagai spekulator, kita mengetahui mengapa keuangan kerajaan Perancis justru semakin memburuk. Selama empat tahun mengurusi keuangan negara, hutang kerajaan Perancis menumpuk hingga mencapai 170 juta pound, jumlah yang luar biasa besar saat itu.

Sementara itu organisasi rahasia Freemasonry, yang masuk ke Perancis dari Inggris pada tahun 1730-an, mencapai puncak aktifitasnya dan pada tahun 1771 dipimpin oleh Phillipe Duc de Chartres (Duc D'Orleans). Secara lahiriah, organisasi freemason adalah organisasi idealistis secara program maupun para anggotanya. Namun pada kenyataannya ini adalah organisasi yang keji baik tujuan dasarnya maupun para personilnya.

Meski dikenal dengan gaya hidup royalnya Duc d'Orleans sebenarnya bukan tipe orang yang keji yang berfikir untuk menggulingkan raja dan menggantinya dengan dirinya. Namun ia memainkan perannya dengan cukup baik, pada tahap awal munculnya sebuah peristiwa terbesar dalam sejarah Eropa, meski kemudian ia harus menebusnya dengan nyawanya sendiri yang terpenggal kepalanya oleh pisau guillotine. 

Marquis de Mirabeau adalah orang yang tepat untuk menggerakkan tahap selanjutnya, revolusi, meski ia sebagaimana pendahulunya tidak pernah berfikir untuk menggulingkan raja dan bahkan membunuhnya. Ia diketahui didanai oleh Moses Mendelssohn, pimpinan organisasi yang lebih rahasia dan lebih keji lagi, Illuminati. Moses Mendelssohn adalah tokoh yahudi yang pernah mengatakan bahwa "yahudi bukanlah agama, melainkan perangkat hukum yang dijadikan agama." Illuminati adalah organisasi rahasia yahudi yang didirikan berdasar agama pagan yahudi kuno, Kaballah. Illuminati artinya "yang tercerahkan oleh sang pembawa cahaya". Sang pembawa cahaya adalah Lucifer, salah seorang dewa terkuat dalam kepercayaan kabalah.

Illuminati yang didirikan oleh Adam Weishaupt di Frankfurt, Jerman tahun 1782 berhasil melakukan penetrasi atas organisasi freemason dan segera kemudian masuk ke Perancis.

Pada tahun 1785, empat tahun sebelum Revolusi Perancis, terjadi hal aneh, semacam pesan dari Tuhan kepada rakyat Eropa akan adanya sebuah kekuatan jahat yang mengintai mereka. Seorang kurir Illuminati tersambar petir di Ratisbon, Bavaria, Jerman. Polisi menemukan pesan yang dibawa oleh kurir itu, dokumen rahasia Illuminati yang berisi rencana dan metode untuk menguasai Eropa dan dunia.

Penguasa Bavaria langsung menyerbu markas besar Illuminati, menangkap anggota-anggotanya dan membubarkannya. Pemerintah Perancis tentu saja mendapatkan informasi itu, namun sayangnya tidak melakukan tindakan apapun.

Pada tahun 1789 terdapat tidak kurang dari 2.000 loji (klub freemason) di Perancis dengan anggota mencapai 100,000. Merekalah kekuatan pokok gerakan revolusi meski sebagian besar dari mereka, termasuk para petingginya tidak mengetahui agenda sebenarnya dari organisasi yang mereka ikuti. Di antara klub-klub tersebut klub Jacobin adalah yang paling militan.

Pada tahun 1789 pemerintahan kerajaan Perancis secara efektif telah lumpuh, oleh pers yang berada di luar kontrol pemerintah, dan oleh birokrat korup yang "ditanamkan" Illuminati di birokrati Perancis.

Pada tahun 1780 d'Orleans terlibat hutang hingga 800,000 livres, karena gaya hidup royal dan kegemarannya berjudi. Pada tahun 1781 ia menyerahkan propertinya di kompleks elit Palais Royal kepada bankir yang membentuknya menjadi pusat kegiatan politik, percetakan pers, pusat hiburan dan judi, hotel, teater, galeri seni, pusat kebugaran dan sebagainya. Menjadi pusat kegiatan para birokrat korup dan anggota freemason "na'if".

Dengan pemerintahan yang dipenuhi pejabat korup serta kebebasan pers yang dikontrol para bankir internasional, menjadi kombinasi paling tepat untuk memicu kebencian massa terhadap pemerintah.

Salah satu figur yang paling sering menjadi cercaan media massa dan menjadi sasaran kebencian massa adalah Ratu Maria Antoniete. Untuknya sebuah konspirasi dilakukan. Tanpa sepengetahuannya, sebuah kalung berlian senilai 250.000 pound dipesan atas namanya. Pada saat kondisi ekonomi Perancis morat-marit karena beban keuangan kerajaan, berita tentang kalung itu menjadi sorotan tajam masyarakat. Namun semua itu belum cukup. Sepucuk surat misterius dikirimkan atas nama Ratu kepada Cardinal Prince de Rohan yang memintanya bertemu di Palais Royal, untuk meminta nasihat perihal skandal kalung tersebut. Seorang pelacur berdandan mirip Ratu telah menunggu sang kardinal, tentu saja ditemani kerumunan wartawan. Maka berita pertemuan rahasia itu pun muncul di koran-koran dan semakin menjerumuskan nama sang Ratu yang "naif" dan terakhir mengantarkan nyawa sang Ratu dan Raja, bersama ratusan ribu atau bahkan jutaan nyawa lainnya, kepada algojo pada saat revolusi mencapai tahap yang tak terkendali.

Sebelumnya sang Ratu yang "naif" mengirim surat pada saudarinya di Austria: "Menurut saya, kekhawatiranmu tentang organisasi-organisasi freemason itu terlalu berlebihan. Di Perancis kekhawatiran itu tidak perlu terjadi sebagaimana mungkin di negara-negara Eropa lainnya. Sebaliknya pemerintah memberi kebebasan penuh pada organisasi-organisasi ini, yang kebanyakan berbentuk semacam serikat pekerja atau yayasan. Mereka hanya makan-makan, menyanyi, berdiskusi, yang bahkan terkadang diikuti raja hingga raja pernah berkata bahwa orang-orang yang makan minum dan berdansa bukanlah orang-orang yang harus dicurigai. Tidak juga organisasi itu anti-Tuhan karena setiap saat mereka memuji kebesaran Tuhan. Mereka orang-orang yang yang ramah dan terhormat. Mereka membantu anak-anak miskin dan menyayangi anak-anak mereka. Bahaya seperti apa yang mereka bawa?"

Segera kemudian, saat kalung itu berhasil memainkan perannya, kalung itu dikirim ke Inggris ke tangan keluarga yahudi Eliason. Konspirasi serupa dilakukan terhadap figur-figur yang diangap menghalangi rencana revolusi.

Saat para bankir berhasil memaksa raja Louis XVI mengadakan pertemuan para tokoh nasional (Estate General) tahun 1789, kelumpuhan pemerintahan Perancis telah tuntas, dan tahap selanjutnya, pukulan-pukulan revolusi, dimulai.

Sejak tahun 1789 tahap demi tahap revolusi dilancarkan, dengan tahap yang mengikuti lebih keras dan kejam dibanding tahap pendahulunya. Pada setiap tahap berakhir, pemimpin revolusi selalu dijadikan tumbal dan kepalanya menggelinding mengikuti pendahulunya. 

Duc d'Orleans dan Phillipe Egalite memimpin tahapan dasar revolusi seperti menjadi patron klub-klub revolusioner, mempopulerkan gerakan freemason dan kawasan Palais Royal, dan merancang aksi-aksi massa awal revolusi seperti aksi demontrasi para wanita di Istana Versailes. Namun sebagaimana para penerus gerakan revolusi, mereka tidak pernah bermimpi untuk mengganti bentuk kerajaan dengan bentuk pemerintahan lainnya seperti republik, yang kala itu di seluruh dunia dianggap hanya sebuah ilusi belaka meski telah mulai diwacanakan para intelektual yahudi.

Dalam aksi demonstrasi para wanita "proletar" di Istana Versailes, sebagian besar dari mereka adalah laki-laki berdandan wanita. Mereka melakukan aksi kerusuhan di sekitar Istana Versailes dan penjara Bastille dan "berhasil" memaksa Raja meninggalkan istana dan pasukan pengawalnya, menuju Paris dimana orang-orang revolusioner Jacobin mendominasi. d'Orleans yang mengkhawatirkan keselamatan raja, mencoba menghalangi, namun harus menebusnya dengan nyawanya sendiri yang direnggut paksa oleh para perusuh.

Egalite yang menggantikan d'Orleans masih mencoba menghalangi Estate General menjatuhkan hukuman mati pada raja. Namun ia gagal dan nyawanya menyusul Raja dan Ratu terbang oleh pancungan guillotine.

Kemudian muncullah Mirabeau, seorang pemimpin berwibawa dengan suaranya yang keras mengguntur. Ia pun mencoba menyelamatkan raja dan keluarganya dengan mengirimkan mereka keluar Paris dengan pengawalan pasukan yang loyal pada raja. Tidak lama kemudian ia mati diracun.

Mirebeau adalah tokoh freemason Jacobin moderat terakhir. Ia meninggal pada saat terakhir revolusi berdarah tersebut bisa "dikendalikan". Selanjutnya revolusi dipimpin oleh para manaic, orang-orang sakit jiwa kader organisasi rahasia penyembah berhala, Illuminati. Namun sama dengan d'Orleans, Phillipe Egalite, Mirabeau dan kemudian Danton serta Robes Pierre, mereka semuanya harus menebus gerakan yang mereka pimpin dengan nyawanya sendiri. Semua itu tepat dengan apa yang tertulis pada protikol 15 Protocols of Zion:

"Kita akan membunuh para anggota mason dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak ada seorangpun yang mencurigai (pembunuhan itu)." Dan selanjutnya:

"Pada tahap ini kita akan melanjutkan (pembunuhan) terhadap anggota mason goyim (non-yahudi) yang mengetahui terlalu banyak."

Lalu muncullan figur Jendral Lafayette yang juga memainkan peran penting selama revolusi, namun sebenarnya juga seorang nasionalis pembela raja. Ialah yang dengan gigih telah mencoba membela kekuasaan raja dalam berbagai kerusuhan, termasuk aksi demonstrasi para wanita di Versailes, penyerangan Tuilleries, dan penyerbuan massa ke Champs de Mars. Sangat jelas ia menjadi figur penghalang revolusi. Maka setelah memaksa Raja Louis XVI menyatakan perang terhadap Austria, Lafayette pun dikirim ke medan perang. Dengan terburu-buru, setelah menyelesaikan misinya ke Austria, Lafayette pun kembali ke Paris untuk menyelamatkan raja. Namun lagi-lagi ia dikirim kembali ke medan perang dan nasib raja pun tidak bisa diselamatkan.

Selanjutnya figur-figur "kriminal" seperti Danton, Marat, Robes Pierre pun menguasai medan politik. Dan kerusuhan demi kerusuhan berdarah pun terjadi. Pada tahun 1792 terjadilah peristiwa "Pembantaian September" (khas kerja konspirasi yahudi yang selalu melakukan aksi-aksi brutalnya di bulan ini) dimana di penjara Bastille saja terjadi eksekusi mati terhadap 8.000 tahanan politik. Pelaku pembantaian ini, dari penangkapan para tahanan hingga pembunuhannya, dilakukan oleh Manuel, pejabat Procurer of the Commune de Paris. Namun ini belum seberapa. Dalam satu episode revolusi, sekitar 170.000 petani Perancis yang mencoba melawan revolusi dibenamkan ke dalam sungai bersama kuda dan pedatinya.

Sir Walter Scott dalam "Life of Napoleon" menulis dengan tepat tentang Communaute de Paris (Dewan Kota Perancis atau Paris County Council. Sebuah organisasi semacam Sanhedrin dalam komunitas yahudi): "Apa yang diinginkan Communaute de Paris, adalah tentu saja, darah." 

Selanjutnya Scott menulis: "Kekuatan kelompok Jacobin di Paris tidak lagi terbendung, di mana Robes Pierre, Danton dan Marat menduduki tempat yang tinggi dalam stuktur sinagog."

Selanjutnya Scott mengungkapkan siapa di balik itu semua: "Para pimpinan utama dari Communaute tidak lain adalah orang-orang asing." Mereka di antaranya adalah, tulis Scott, Chlodero de Laclos, manager pengelola Palais Royal yang berdarah Spanyol, Manuel sang Procurer of the Commune sang pembunuh keji yang memulai serangan terhadap Raja dalam Sidang Rakyat yang berujung pada pembunuhan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette. 

Selanjutnya adalah David "the painter", tokoh dalam Committee of Public Security yang selalu meneriakkan kematian untuk raja. Sir Walter Scott menulis bagaimana haus darahnya David dengan mengatakan, "mari kita merahkan batu pengasah kita."

Selanjutnya adalah Reubel dan Gohir, dua dari lima orang anggota Directoire yang memerintah Perancis paska kematian Robes Pierre. Terminologi "Directors" dan "Elders" tentu saja tipikal yahudi. 

Karya Sir Walter Scott yang terdiri 9 jilid merupakan karya paling lengkap tentang Revolusi Perancis, yang membeberkan bagaimana konspirasi yahudi bekerja dalam peristiwa tersebut. Sayangnya karya itu sangat jarang ditemukan lagi. 

Sebelum kematiannya dan setelah pendahulunya meninggal, Robes Pierre tampil sebagai tokoh paling berpengaruh, namun tentu saja hanya di permukaan saja. Bahkan meski ia adalah salah satu tokoh yang menggerakkan revolusi berdarah itu, ia muak dan jijik dengan hal itu semua. Pada tgl 28 Juli 1794 ia mengucapkan pidato yang menggemparkan yang secara tersirat membuka siapa sebenarnya di belakang peristiwa paling brutal dalam sejarah Perancis itu. Dalam buku "Life of Robes Pierre" karya G. Renier dituliskan pidato tersebut:

"Saya tidak berani mengatakan di tempat ini siapa mereka yang bertanggungjawab atas kekejian ini samua. Saya tidak bisa membiarkan diri saya terbantai oleh kejahatan yang secara mendalam melingkupi misteri tiada tara ini. Tapi saya saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa di antara penggerak revolusi ini adalah agen dari sistem yang korup, suatu yang sangat kuat yang diciptakan oleh orang-orang asing yang mengatur republik ini. Mereka adalah para nabinya atheisme dan imoralisme." 

Malam hari setelah pidato tersebut Robes Pierre ditembak dan keesokan harinya kepalanya dipenggal. Dengan cara yang hampir sama Presiden Amerika Abraham Lincoln dibunuh pada malam hari setelah mengumumkan akan mencetak uang kertas sendiri untuk membiayai belanja pemerintah dan transaksi keuangan masyarakat, lepas dari uang kertas ciptaan bankir yahudi internasional yang kini mewujud dalam bank sentral Federal Reserve.

READMORE
 

Borobudur : the greatest temple in java



Nama Borobudur


Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.

Struktur Borobudur

· Denah keseluruhan Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

· Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.

· Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

· Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

· Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

· Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

· Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

· Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.


Ada beberapa aspek yang diperhatikan sebelum memperkirakan bagaimana candi ini dibangun, yaitu:

1. Bentuk bangunan. Candi ini berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 42 m. Luas 15.129 m2.

2. Volume material utama. Material utama candi ini adalah batuan andesit berporositas tinggi dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3. Diperkirakan terdapat 55.000 m3 batu pembentuk candi atau sekitar 2 juta batuan dengan ukuran batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm. Berat per potongan batu sekitar 7,5 – 10 kg.

3. Konstruksi bangunan. Candi borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi.

4. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk.

5. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar candi borobudur.

6. Candi borobudur merupakan bangunan yang kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 505 arca yang melengkapi candi.

7. Teknologi yang tersedia. Pada saat itu belum ada teknologi angkat dan pemindahan material berat yang memadai. Diperkirakan menggunakan metode mekanik sederhana.

8. Perkiraan jangka waktu pelaksanaan. Tidak ada informasi yang akurat. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa candi borobudur dibangun mulai 824 m – 847 m. Ada referensi lain yang menyebut bahwa candi dibangun dari 750 m hingga 842 m atau 92 tahun.

a. Pembangunan candi dilakukan bertahap. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. Tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

b. Tahap kedua, pondasi borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

c. Tahap ketiga, undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

d. Tahap keempat, ada perubahan kecil, yakni pembuatan relief perubahan pada tangga dan pembuatan lengkung di atas pintu.

9. Suatu hal yang unik, bahwa candi ini ternyata memiliki arsitektur dengan format menarik atau terstruktur secara matematika. Setiap bagain kaki, badan dan kepala candi selalu memiliki perbandingan 4:6:9.

10. Penempatan-penempatan stupanya juga memiliki makna tersendiri, ditambah lagi adanya bagian relief yang diperkirakan berkatian dengan astronomi menjadikan borobudur memang merupakan bukti sejarah yang menarik untuk di amati.

a. Jumlah stupa di tingkat arupadhatu (stupa puncak tidak di hitung) adalah: 32, 24, 26 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4:3:2, dan semuanya habis dibagi 8.

b. Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat tsb. Adalah: 1,9m; 1,8m; masing-masing bebeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9m; 1,8m; 1,7m.

c. Beberapa bilangan di borobudur, bila dijumlahkan angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Diduga bahwa itu memang dibuat demikian yang dapat ditafsirkan : Angka 1 melambangkan ke-esaan sang adhi buddha.

d. Jumlah tingkatan borobudur adalah 10, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya : 1 + 0 = 1.

e. Jumlah stupa di arupadhatu yang didalamnya ada patung-patungnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 10.

f. Jumlah patung-patung di borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.

melihat data-data di atas, tentunya masih bersifat perkiraan, saya mencoba memberikan beberapa analisa yang mudah-mudahan dapat dikomentari sebagai usaha kita menguak misteri yang ada sebagai berikut:

· dari data yang ada disebutkan bahwa ukuran batu candi adalah sekitar 25 x 10 x 15 cm dengan berat jenis batu adalah 1,6 – 2 ton/m3, ini berarti berat per potongan batu hanya sekitar maksimum 7.5 kg (untuk berat jenis 2 t/m3).

Potongan batu ternyata sangat ringan. Untuk batuan seberat itu, rasanya tidak perlu teknologi apapun. Masalah yang mungkin muncul adalah medan miring yang harus ditempuh. Medan miring secara fisika membuat beban seolah-olah menjadi lebih berat.

Hal ini karena penguraian gaya menyebabkan ada beban horizontal sejajar kemiringan yang harus dipikul. Namun dengan melihat kenyataan bahwa berat per potongan batu adalah hanya 7.5 kg, rasanya masalah medan miring yang beundak-undak tidak perlu dipermasalahkan.

Kesimpulannya adalah proses pengangkutan potongan batu dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu teknologi apapun.

· sumber material batu diambil dari sungai sekitar candi.

Hal ini berarti jarak antara quarry dan site sangat dekat. Walaupun jumlahnya mencapai 2.000.000 potongan, namun ringannya material tiap potong batu dan dekatnya jarak angkut, hal ini berarti proses pengangkutan pun dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu teknologi tertentu.

· candi dibangun dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ada yang mengatakan 23 tahun ada juga yang mengatakan 92 tahun. Jika berasumsi paling cepat 23 tahun. Mari kita berhitung soal produktifitas pemasangan batu;

Jika persiapan lahan dan material awal adalah 2 tahun, maka masa pemasangan batu adalah 21 tahun atau 7665 hari. Terdapat 2 juta potong batu. Produktifitas pemasangan batu adalah 2000000/7665 = 261 batu/hari.

Produktifitas ini rasanya sangat kecil. Tidak perlu cara apapun untuk menghasilkan produktifitas yang kecil tersebut. Apalagi menggunakan data durasi pelaksanaan yang lebih lama.

· lamanya proses pembuatan candi dapat disebabkan ada perubahan-perubahan design yang dilakukan selama pelaksanaannya.

Hal ini mungkin dikeranakan adanya pergantian penguasa (raja) selama proses pembangunan candi.

· borobudur dilihat secara fisik begitu impresif.

Memiliki 10 lantai dengan bentuk persegi dan lingkaran. Memiliki relief sepanjang dinding dan arca dalam jumlah yang banyak. Candi ini begitu memperhatikan falsafah yang terkandung dalam ukuran-ukurannya. Hal ini membuktikan bahwa candi dibangun dengan konsep design yang cukup baik.

· candi borobudur adalah candi terbesar.

Candi borobudur juga terlihat kompleks dilihat dari design arsitekturalnya terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel.

Terdapat 504 arca yang melengkapi candi. Ini jelas bukan pekerjaan design dan pelaksanaan yang gampang. Kesimpulannya candi borobudur yang bernilai dari sisi design baik teknik sipil maupun seni arsitektur membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang dari aspek design maupun cara pelaksanaannya. Saya berkesimpulan candi ini dibangun dengan manajemen proyek yang sudah cukup baik.


READMORE