ketika ku jatuh




Mungkin sudah banyak kejadian ataupun kenangan yang selalu membuat hati kita 'sakit' dan terusik. Mungkin sudah banyak rasa pedih dan sedih yang kita alami, karna hal-hal yang besar, maupun yang sepele. Sesungguhnya memang inilah 'bumbu' dari hidup setiap manusia. Hidup itu keras, hidup itu perjuangan. Kadang kita terjatuh ke dalam lubang yang paling dalam, meskipun kadang kita seringkali berada di puncak kebahagiaan namun tak menyadarinya.

Sampai kapan rasa sakit ini ada?
Sampai kapan cobaan datang bertubi-tubi?
Pernahkah kau sadar akan kesendirianmu?
Pernahkah kau sadar akan jauhnya engkau dari orang-orang yang menyayangi mu?
Pernahkah kau sadar akan jauhnya engkau dari orang-orang yang kau sayangi?
Pernahkah kau sadar akan jauhnya engkau dari Tuhanmu?

Jalan keluar tak pernah berhenti kita cari, berusaha sudah bagaikan tak mampu lagi, namun seberapa sering semua itu tidak menghasilkan apa-apa? Berputus asakah kita? Beruntunglah bagi orang-orang yang berani menghadapinya, namun tak sedikit juga yang melarikan diri darinya.

Alangkah indahnya saat semangat kita sedang terjatuh, kita melihat kepada sebuah pohon yang di mana dedaunannya terjatuh dari rantingnya. Karena sesungguhnya:

Bukankah tak ada satu daunpun yang jatuh dari pohonnya, kecuali Tuhan mengetahuinya? Jika daun yang sekecil itu, yang mungkin jatuhnya ke tanah tak berarti apa-apa, Tuhan saja mengetahuinya, apalagi hambaNya yang menatapNya ke atas sana dan memohon kepadaNya dengan isak tangis dan air mata.

Jangan pernah takut akan kegagalan. Jika engkau percaya bahwa semua kenikmatan yang ada di muka bumi ini ada yang mengaturNya, demikian juga dengan cobaan. Yakinlah bahwa cobaan itu tak ada yang selamanya. Ambillah cobaan itu dengan sikap yang positif, dengan menganggap bahwa cobaan itu merupakan sebuah cara agar engkau lebih dekat dengan Tuhanmu. Sesungguhnya cobaan memang benar-benar bisa mendekatkan engkau dengan Tuhanmu.

Usaplah wajahmu... Ucapkan syukur...

"Oh, my friend, it's not what they take away from you that counts. It's what you do with what you have left." - William Cowper
READMORE
 

yang terlupa (dan mungkin dilupakan)



Entah bagaimana Tuhan menciptakan hati ini, sehingga seringkali hati ini terbolak-balik dalam berperasaan. Kadang kita merasa begitu benci sekali dengan seseorang, tapi entah bagaimana, bisa saja dia menjadi seseorang yang sangat kita sayangi. Tapi bukankah itu sesuatu yang indah?

Bukankah terbolak-baliknya hati merupakan suatu anugerah? Memang jika kita melihat bagaimana hati yang baik bisa menjadi buruk, mungkin tak bisa kita melihatnya sebagai suatu anugerah. Tapi bayangkan saat hati yang kotor bisa tercuci bersih, bisa menyayangi kembali, bisa mengasihi, bisa membuat bibir ini tersenyum, dan orang lainpun tersenyum, akan terlihat indahnya dunia ini, dan seisinya.

Hati inilah yang bisa membuat seseorang merasa bahagia, merasa berbunga-bunga. Sungguh indah sekali rasanya bisa menyayangi seseorang, seseorang yang sangat penting sekali dalam hidup kita. Kadang kita berpikir bahwa jika menyayangi seseorang, orang itu haruslah menyayangi kita kembali. Tapi sungguh mulianya jika kita bisa mencintai seseorang tanpa ia harus mengetahuinya, tanpa harus meminta balasan apapun darinya. Sungguh indahnya suatu rasa sayang yang berdasarkan ketulusan, yang dimana kita hanya ingin melihatnya tersenyum, melihatnya bahagia, melihatnya gembira, dimanapun dan bersama siapapun dia berada.

Pernahkah engkau terdiam terpaku ketika melihat seseorang yang ada di hatimu?
Pernahkah engkau menginginkannya untuk bahagia meskipun ia tak tahu apa isi hatimu? Sungguh besarnya dan indahnya apa yang hati ini bisa lakukan kepada diri kita. Hati ini bisa membuat kita berkorban begitu besarnya, bisa membuat kita berjuang begitu kerasnya, bisa membuat kita terpesona begitu berbunga-bunganya. Memang hati adalah sebuah anugerah asalkan kita mampu menjaganya, menjaga kebersihannya, dan asalkan kita mampu merawatnya.

Karena sesungguhnya, ingatlah bahwa memang hati ini tak pernah berhenti berbolak-balik.

Maka sayangilah orang-orang yang sekarang ada di hatimu, dengan tulus, tanpa ia harus memberikan apapun kepadamu. Lakukanlah sebelum hatimu berbalik lagi! Lakukanlah sekarang!

Sungguh indah sekali rasa sayang itu, bukankah kita tak akan pernah lupa rasanya saat pertama kali kita merasakan jatuh cinta? Semoga saja, semua orang yang menyayangi orang lain, terbalaskanlah rasa sayangnya. Dan semoga, semua orang yang tak terbalaskan rasa sayangnya, tidak pernah berhenti untuk menyayangi orang itu dengan tulus.

"In the end we only regret the chances we didn't take, the relationships we were scared to have and the decisions we waited too long to make".(anonymous)
READMORE
 

sebuah kisah

Ingin kuceritakan padamu,,,sebuah kisah,,

Tentang seorang perempuan yang duduk sendiri pada suatu sore dan ia tahu diluar hujan tak habisnya menangis. Ia juga ingin menangis. Bukankah hatinya resah. Tatapannya sendu, memandang keluar jendela. Seperti ada yang ditunggu.

Ia masih saja menyukai hujan. Cinta yang tak berkesudahan. Meskipun datangnya sering membuat daun-daun gelisah atau langit menjadi muram. Dan beberapa orang bilang, hujan hanya tangis jatuh yang kemudian menghilang ke muara.

Hatinya tak tentu arah. Tak beralur. Ia sedang bimbang dengan pikirannya sendiri, juga perasaannya. Hujan yang turun sore itu membuatnya merinding. Hari ini, mungkin, ia sedang tidak terlalu menyukai hujan yang turun, yang bersetubuh dengan langit jingga senja. Khayalnya melayang pada sosok lelaki itu. Ada kabar yang ingin disampaikan. Gelisah yang ingin dibagi. Tapi, apa kisahnya masih menjadi tuan pada lelaki itu? Tidakkah sang lelaki sedikit berubah sekarang?

Bukankah tanya selalu hadir pada tiap penantian? Seperti hujan yang selalu berulang, mengetuk mengalun, tetap datang meski dengan pujian atau makian. Ah, kisah yang tak berarah. Biarlah. Perempuan yang sedang tidak terlalu menyukai hujan senja itu hanya ingin bercerita tentang gelisahnya.

Nanti jika hujan datang lagi saat senja, pada suatu hari, mungkin ia sedang bergembira dan tertawa sambil duduk memandang keluar jendela. Dan lelaki itu duduk dihadapannya, menghirup aroma kopi sambil membaca tawanya.

yah,,ini hanyalah sebuah kisah,,
READMORE
 

untitled

Ketika isu "kebohongan" SBY tengah gencar-gencarnya menjadi pemberitaan media-media nasional, dua kali saya melihat pernyataan ekonom senior mantan menko perekonomian Rizal Ramli di televisi yang menyebut tentang "ironi bangsa Jerman". Menurutnya bangsa Jerman yang sangat maju budayanya menjadi hancur karena "kejahatan Hitler". Secara tidak langsung Ramli hendak menyamakan Hitler dengan SBY.

Saya memang setuju dengan pendapat Rizal bahwa kepemimpinan yang lemah sebagaimana ditunjukkan SBY akan membawa kehancuran bagi bangsa Indonesia. Namun saya tidak setuju jika menyamakan SBY dengan Hitler. Dengan segala kepakarannya tersebut, bahkan seorang Rizal Ramli belum memahami realitas sejarah Jerman karena termakan "propaganda yahudi".

Republik Weimar Jerman, negeri yang terbentuk paska Perang Dunia I dimana Hitler berada sebelum membentuk gerakan nasionalis-sosialis NAZI, adalah negeri yang sudah hancur dalam segala aspek. Apa yang telah dilakukan Hitler justru sebuah keberhasilan pembangunan yang sangat luar biasa, yang sayangnya dilupakan orang karena sejarah memang telah menempatkannya di tempat yang "salah". Dari sebuah negara yang gagal (failed state), di bawah kepemimpinan Hitler, Jerman tampil menjadi negara makmur secara ekonomi, stabil secara sosial politik dan kuat secara militer. Semua itu bisa dicapai Hitler karena keberhasilannya "menyingkirkan" orang-orang yahudi dari panggung politik dan ekonomi dan membuat Jerman mendiri secara ekonomi, terlepas dari jeratan hutang terhadap para bankir yahudi.

Kehancuran segala aspek tersebut sengaja diciptakan secara sistematis demi menciptakan kondisi ideal agar Jerman jatuh ke dalam cengkeraman komunisme. Sebagaimana tercantum dalam "Protocols of Learned Elders of Zion" atau Protokol Zions, setelah Rusia Jerman adalah sasaran komunisme berikutnya. Sebagai dasarnya adalah Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I yang sangat merugikan Jerman dan membuat perekonomian Jerman hancur karena harus membayara kompensasi perang yang tidak tertanggungkan. Sebagian besar konspirator Perjanjian Versailles adalah yahudi. Di antaranya Max Warburg, tangan kanan keluarga Rothschild yang juga menjadi konspirator pembentukan bank sentral Amerika tahun 1913. Yang lainnya adalah Hugo Pruess, penulis konstitusi Republik Weimar Jerman. Sebelum kemunculan Nazi, Jerman sudah nyaris jatuh ke tangan komunisme. Orang-orang komunis bahkan telah merebut kekuasaan di provinsi Bavaria. Tapi Hitler dengan Nazi-nya menggagalkan konspirasi jahat tersebut.

Secara umum kehancuran Republik Weimar meliputi kondisi sbb: hyper-inflasi, angka pengangguran yang tinggi, hutang pemerintah yang menggunung, kelaparan, kriminalitas, dekadensi moral, hukum yang tidak bekerja dan sebagainya. Tentu saja ada satu ciri lain yang tidak bisa diabaikan, yaitu kesenjangan sosial ekonomi yang luar biasa lebar dengan orang-orang yahudi berada di puncak strata sosial-ekonomi. Tragisnya, orang-orang kaya Jerman harus kehilangan harta bendanya karena kebangkrutan ekonomi untuk diborong oleh orang-orang yahudi dengan harga murah.

Selain menguasai sumber-sumber ekonomi dan keuangan, orang-orang yahudi juga menguasai secara eksklusif semua aspek sosial-politik Jerman kala itu: pengadilan dan pers. Sebelum kemenangan Nazi tahun 1933, pers Jerman dikuasai oleh tiga orang yahudi: Leopold Ullstein, August Scherl, dan Rudolf Mosse. Selain itu ada figur bernama Berliner Tageblatt yang dianggap sebagai pembentuk opini publik terkemuka Jerman, dan Theodor Wolff, seorang wartawan yahudi yang juga aktif berpolitik.

Antara tahun 1925-1929 empat dari enam anggota Dewan Direktur bank sentral Jerman adalah yahudi, termasuk Jakob Goldschmidt dan Rudolf Havenstein. Dengan keberadaan mereka, kepentingan kapitalis yahudi menjadi prioritas dan mata yang Jerman menjadi tidak berharga karena hyper-inflasi.

Dengan konstitusinya yang dibuat oleh Hugo Pruess, segala bentuk pornografi dan "kebebasan berekspresi" membanjiri Jerman, menghancurkan ikatan moral yang menjadi pembentuk kekuatan bangsa. Berbagai macam literatur, film, drama, dan karya seni yang mengkampanyekan pornografi beredar luas di Jerman. Sedemikian rendah moral masyarakat Jerman waktu itu karena ulah yahudi, seorang sastrawan Jerman berdarah yahudi memperingatkan rekan-rekannya atas kemungkinan munculnya sentimen anti-yahudi.

"Bahkan orang-orang Romawi tidak mengenal bentuk kemaksiatan Berlin, dimana ratusan laki-laki berdandan perempuan dan perempuan berdandan laki-laki menari-nari di muka umum. Berlin telah menjadi Babylon," kata Stefan Zweig sang sastrawan yahudi Jerman.

Penerbitan-penerbitan besar milik yahudi seperti Benjamin Harz, Leon Hirsch, dan Jacobsthal gencar menerbitkan buku-buku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral Kristen. Beberapa di antara buku-buku tersebut sudah nampak kemaksiatannya dilihat dari judulnya saja: “Sittengeschichte des Lasters” (History Of Morals and Vices), “Bilderlexikon der Erotic” (Picture Lexicon of Eroticism), “Sittengischichte des Geheime und Verbotene” (History of the Secret and the Forbidden), dll.

Di sisi lain para aktifis sosial Jerman gencar mengkampanyekan kebebasan aborsi, suatu hal yang kala itu sangat dianggap tak bermoral. Di antara mereka adalah Dr Max Hodann, Dr Lothar Wolf, Martha Ruben-Wolf, dan Alfons Goldschmidt.

Namun tentu saja semua itu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Sigmund Freud, sang "Bapak Sexisme". Secara efektif menghancurkan nilai-nilai moral, Freud menciptakan teori psikoanalisis yang menetapkan bahwa seks adalah motif dasar manusia yang membentuk semua kepribadian dan kharakter. Menurutnya, manusia yang "sehat secara psikologis" adalah manusia yang "membebaskan" keinginan-keinginan seks-nya tersalurkan. Hal ini masih diperparah lagi oleh Nitzche sang "Bapak Atheisme" yang mengajarkan manusia untuk "meninggalkan Tuhan". Baik Freud maupun Nitzche adalah orang-orang yahudi.

Dunia film dan teater Republik Weimar juga dikuasai orang-orang yahudi seperti Josef von Sternberg, Bertolt Brecht, Erich Pommer dan sebagainya. Maka film-film porno pun dengan lancar beredar luas di masyarakat: “Sundige Mutter” (Sinful Mama), “Wenn Ein Weib Den Weg Verliert” (When A Woman Loses Her Way), “Zieh Dich Aus” (Get Undressed), “Tausend Nackte Frauen” (One Thousand Naked Women) dll.

Namun setelah Hitler menguasai Jerman, semua kemaksiatan itu dibongkarnya habis dan nilai-nilai moral Kekristenan dikembalikan oleh-nya. Tidak mengherankan jika Hitler mendapat dukungan kuat kalangan gereja, termasuk gereja Vatikan.
READMORE
 

find it!



Jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali,terus menerus…sungguh seperti kisah telenovela atau sinetron yang ditayangkan stasiun swasta kita,pun seperti kisah yang aku baca disebuah blog sahabatku.

Mungkinkah sejauh apapun jalan yg tertempuh,jatuh cinta berkali-kali tapi tak kunjung mampu menghapus sebuah nama yg terlanjur tersimpan dipalung hati. jatuh cinta berulang kali meski tak sepenuh hati,tetap menyimpan sebuah ruang yang hanya tertuliskan satu nama. entah kebodohan atau itulah cinta yang sesungguhnya.

Jarak yang tak pernah terjembatani, kisah yg tak pernah mempertemukan mereka dalam jalan yg sama,dan waktu yang tak pernah berdamai entah mengapa tak cukup menghapus setitik pesona yang pernah begitu alami keluar dengan tanpa alasan. ketika mata mereka beradu pandang disebuah angkutan kota,dan berinteraksi sekedarnya dalam pertemanan ternyata cukup mengubah sekian tahun kehidupan nya.

Sebuah nama yang menghadirkan rindu yang tak pernah habis, debar yang tak pernah hilang meski selembut halimun berkelebat dalam ingatan,dan apapun yang terbawa angin dalam perjalanan hidup yg mengantarnya pada secuil kenangan di masa lalu. Sanggup membuatnya duduk terdiam tanpa melakukan apapun, setiap tahun membisikan kalimat selamat ulang tahun meski tak pernah tersampaikan.

Apa yang membuat dia begitu erat menggenggam kenangan,bahkan mungkin sosok pemilik tatapan matahari itu tak pernah menyadarinya ! sosok yang sangat biasa untuk seseorang yg istimewa sepertimu,setidaknya itulah yang mereka ucapkan ketika menyadari kebodohanmu dari menyimpan kenangan.

Bukankah kau takkan pernah mampu berlari dan mengejar sekian ketertinggalanmu jika kau terus menerus menoleh lewat kaca spionmu ?
Gunakan ketika kesakitan untuk bertahan,bukan terus menerus menatapnya hingga kau tak kunjung sampai pada akhir perjalanan jiwamu. Tidakkah lelah….tidakkah sepi,mencari aroma cinta yang sama pada setiap hati yang mencoba menyentuhmu ? lalu menyadari rasa itu takkan pernah sama dan terulang.

Tuhan selalu tahu setiap kekuatan yang dimiliki mahluk ciptaanNya,DIA maha tahu apa yang paling dibutuhkan setiap umatNya. Terkadang apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kita inginkan,kita tidak menyadarinya sejak awal tapi Tuhan maha tahu.

Aku mencari pelajaran dari kesakitanmu menunggu,aku mencoba memahami dari menahan rindu pada sesuatu bahkan ketika secuil bayangannya pun tiada. Mungkinkah ini hanya rasa ego karena mencintainya tapi tak mampu mendapatkannya. Mungkinkah ini cinta ? sedang cinta butuh keberadaan, butuh menjadi sesuatu,butuh approval,butuh di sirami dengan adanya dia dan kamu dalam jalan yang sama,dalam perjalanan yang sama.

mungkinkah cinta sanggup bertahan ditengah keringnya ladang tandus,tanpa melihat seberapa besar cinta dijaga dan ditumbuhkan. mungkinkah cinta cukup dirasa tanpa bisa meskipun sekedar menatap bening matanya, hangat jemarinya.

Entah,…..

Aku rasa, aku sama naifnya denganmu… cinta tidak harus memiliki hanya ucapan mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk mendapatkan cinta yg mereka inginkan. kadang kala tidak memiliki kekuatan tidak sama dengan tidak adanya kesempatan.

kamu masih memiliki kekuatan untuk mendapatkan,berbeda dengan tidak adanya kesempatan bukan ?
temukan cinta yang paling kau inginkan sebelum kau kehilangan kesempatan.

* berbagi dengan sahabat terkadang menghadirkan inspirasi… ini untukmu yang sedang mencari cinta.
*dedicated buat mba pen & mpok nuy,, hayoo find it,,
READMORE