sebuah kisah

Ingin kuceritakan padamu,,,sebuah kisah,,

Tentang seorang perempuan yang duduk sendiri pada suatu sore dan ia tahu diluar hujan tak habisnya menangis. Ia juga ingin menangis. Bukankah hatinya resah. Tatapannya sendu, memandang keluar jendela. Seperti ada yang ditunggu.

Ia masih saja menyukai hujan. Cinta yang tak berkesudahan. Meskipun datangnya sering membuat daun-daun gelisah atau langit menjadi muram. Dan beberapa orang bilang, hujan hanya tangis jatuh yang kemudian menghilang ke muara.

Hatinya tak tentu arah. Tak beralur. Ia sedang bimbang dengan pikirannya sendiri, juga perasaannya. Hujan yang turun sore itu membuatnya merinding. Hari ini, mungkin, ia sedang tidak terlalu menyukai hujan yang turun, yang bersetubuh dengan langit jingga senja. Khayalnya melayang pada sosok lelaki itu. Ada kabar yang ingin disampaikan. Gelisah yang ingin dibagi. Tapi, apa kisahnya masih menjadi tuan pada lelaki itu? Tidakkah sang lelaki sedikit berubah sekarang?

Bukankah tanya selalu hadir pada tiap penantian? Seperti hujan yang selalu berulang, mengetuk mengalun, tetap datang meski dengan pujian atau makian. Ah, kisah yang tak berarah. Biarlah. Perempuan yang sedang tidak terlalu menyukai hujan senja itu hanya ingin bercerita tentang gelisahnya.

Nanti jika hujan datang lagi saat senja, pada suatu hari, mungkin ia sedang bergembira dan tertawa sambil duduk memandang keluar jendela. Dan lelaki itu duduk dihadapannya, menghirup aroma kopi sambil membaca tawanya.

yah,,ini hanyalah sebuah kisah,,
READMORE
 

untitled

Ketika isu "kebohongan" SBY tengah gencar-gencarnya menjadi pemberitaan media-media nasional, dua kali saya melihat pernyataan ekonom senior mantan menko perekonomian Rizal Ramli di televisi yang menyebut tentang "ironi bangsa Jerman". Menurutnya bangsa Jerman yang sangat maju budayanya menjadi hancur karena "kejahatan Hitler". Secara tidak langsung Ramli hendak menyamakan Hitler dengan SBY.

Saya memang setuju dengan pendapat Rizal bahwa kepemimpinan yang lemah sebagaimana ditunjukkan SBY akan membawa kehancuran bagi bangsa Indonesia. Namun saya tidak setuju jika menyamakan SBY dengan Hitler. Dengan segala kepakarannya tersebut, bahkan seorang Rizal Ramli belum memahami realitas sejarah Jerman karena termakan "propaganda yahudi".

Republik Weimar Jerman, negeri yang terbentuk paska Perang Dunia I dimana Hitler berada sebelum membentuk gerakan nasionalis-sosialis NAZI, adalah negeri yang sudah hancur dalam segala aspek. Apa yang telah dilakukan Hitler justru sebuah keberhasilan pembangunan yang sangat luar biasa, yang sayangnya dilupakan orang karena sejarah memang telah menempatkannya di tempat yang "salah". Dari sebuah negara yang gagal (failed state), di bawah kepemimpinan Hitler, Jerman tampil menjadi negara makmur secara ekonomi, stabil secara sosial politik dan kuat secara militer. Semua itu bisa dicapai Hitler karena keberhasilannya "menyingkirkan" orang-orang yahudi dari panggung politik dan ekonomi dan membuat Jerman mendiri secara ekonomi, terlepas dari jeratan hutang terhadap para bankir yahudi.

Kehancuran segala aspek tersebut sengaja diciptakan secara sistematis demi menciptakan kondisi ideal agar Jerman jatuh ke dalam cengkeraman komunisme. Sebagaimana tercantum dalam "Protocols of Learned Elders of Zion" atau Protokol Zions, setelah Rusia Jerman adalah sasaran komunisme berikutnya. Sebagai dasarnya adalah Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I yang sangat merugikan Jerman dan membuat perekonomian Jerman hancur karena harus membayara kompensasi perang yang tidak tertanggungkan. Sebagian besar konspirator Perjanjian Versailles adalah yahudi. Di antaranya Max Warburg, tangan kanan keluarga Rothschild yang juga menjadi konspirator pembentukan bank sentral Amerika tahun 1913. Yang lainnya adalah Hugo Pruess, penulis konstitusi Republik Weimar Jerman. Sebelum kemunculan Nazi, Jerman sudah nyaris jatuh ke tangan komunisme. Orang-orang komunis bahkan telah merebut kekuasaan di provinsi Bavaria. Tapi Hitler dengan Nazi-nya menggagalkan konspirasi jahat tersebut.

Secara umum kehancuran Republik Weimar meliputi kondisi sbb: hyper-inflasi, angka pengangguran yang tinggi, hutang pemerintah yang menggunung, kelaparan, kriminalitas, dekadensi moral, hukum yang tidak bekerja dan sebagainya. Tentu saja ada satu ciri lain yang tidak bisa diabaikan, yaitu kesenjangan sosial ekonomi yang luar biasa lebar dengan orang-orang yahudi berada di puncak strata sosial-ekonomi. Tragisnya, orang-orang kaya Jerman harus kehilangan harta bendanya karena kebangkrutan ekonomi untuk diborong oleh orang-orang yahudi dengan harga murah.

Selain menguasai sumber-sumber ekonomi dan keuangan, orang-orang yahudi juga menguasai secara eksklusif semua aspek sosial-politik Jerman kala itu: pengadilan dan pers. Sebelum kemenangan Nazi tahun 1933, pers Jerman dikuasai oleh tiga orang yahudi: Leopold Ullstein, August Scherl, dan Rudolf Mosse. Selain itu ada figur bernama Berliner Tageblatt yang dianggap sebagai pembentuk opini publik terkemuka Jerman, dan Theodor Wolff, seorang wartawan yahudi yang juga aktif berpolitik.

Antara tahun 1925-1929 empat dari enam anggota Dewan Direktur bank sentral Jerman adalah yahudi, termasuk Jakob Goldschmidt dan Rudolf Havenstein. Dengan keberadaan mereka, kepentingan kapitalis yahudi menjadi prioritas dan mata yang Jerman menjadi tidak berharga karena hyper-inflasi.

Dengan konstitusinya yang dibuat oleh Hugo Pruess, segala bentuk pornografi dan "kebebasan berekspresi" membanjiri Jerman, menghancurkan ikatan moral yang menjadi pembentuk kekuatan bangsa. Berbagai macam literatur, film, drama, dan karya seni yang mengkampanyekan pornografi beredar luas di Jerman. Sedemikian rendah moral masyarakat Jerman waktu itu karena ulah yahudi, seorang sastrawan Jerman berdarah yahudi memperingatkan rekan-rekannya atas kemungkinan munculnya sentimen anti-yahudi.

"Bahkan orang-orang Romawi tidak mengenal bentuk kemaksiatan Berlin, dimana ratusan laki-laki berdandan perempuan dan perempuan berdandan laki-laki menari-nari di muka umum. Berlin telah menjadi Babylon," kata Stefan Zweig sang sastrawan yahudi Jerman.

Penerbitan-penerbitan besar milik yahudi seperti Benjamin Harz, Leon Hirsch, dan Jacobsthal gencar menerbitkan buku-buku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral Kristen. Beberapa di antara buku-buku tersebut sudah nampak kemaksiatannya dilihat dari judulnya saja: “Sittengeschichte des Lasters” (History Of Morals and Vices), “Bilderlexikon der Erotic” (Picture Lexicon of Eroticism), “Sittengischichte des Geheime und Verbotene” (History of the Secret and the Forbidden), dll.

Di sisi lain para aktifis sosial Jerman gencar mengkampanyekan kebebasan aborsi, suatu hal yang kala itu sangat dianggap tak bermoral. Di antara mereka adalah Dr Max Hodann, Dr Lothar Wolf, Martha Ruben-Wolf, dan Alfons Goldschmidt.

Namun tentu saja semua itu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Sigmund Freud, sang "Bapak Sexisme". Secara efektif menghancurkan nilai-nilai moral, Freud menciptakan teori psikoanalisis yang menetapkan bahwa seks adalah motif dasar manusia yang membentuk semua kepribadian dan kharakter. Menurutnya, manusia yang "sehat secara psikologis" adalah manusia yang "membebaskan" keinginan-keinginan seks-nya tersalurkan. Hal ini masih diperparah lagi oleh Nitzche sang "Bapak Atheisme" yang mengajarkan manusia untuk "meninggalkan Tuhan". Baik Freud maupun Nitzche adalah orang-orang yahudi.

Dunia film dan teater Republik Weimar juga dikuasai orang-orang yahudi seperti Josef von Sternberg, Bertolt Brecht, Erich Pommer dan sebagainya. Maka film-film porno pun dengan lancar beredar luas di masyarakat: “Sundige Mutter” (Sinful Mama), “Wenn Ein Weib Den Weg Verliert” (When A Woman Loses Her Way), “Zieh Dich Aus” (Get Undressed), “Tausend Nackte Frauen” (One Thousand Naked Women) dll.

Namun setelah Hitler menguasai Jerman, semua kemaksiatan itu dibongkarnya habis dan nilai-nilai moral Kekristenan dikembalikan oleh-nya. Tidak mengherankan jika Hitler mendapat dukungan kuat kalangan gereja, termasuk gereja Vatikan.
READMORE
 

find it!



Jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali,terus menerus…sungguh seperti kisah telenovela atau sinetron yang ditayangkan stasiun swasta kita,pun seperti kisah yang aku baca disebuah blog sahabatku.

Mungkinkah sejauh apapun jalan yg tertempuh,jatuh cinta berkali-kali tapi tak kunjung mampu menghapus sebuah nama yg terlanjur tersimpan dipalung hati. jatuh cinta berulang kali meski tak sepenuh hati,tetap menyimpan sebuah ruang yang hanya tertuliskan satu nama. entah kebodohan atau itulah cinta yang sesungguhnya.

Jarak yang tak pernah terjembatani, kisah yg tak pernah mempertemukan mereka dalam jalan yg sama,dan waktu yang tak pernah berdamai entah mengapa tak cukup menghapus setitik pesona yang pernah begitu alami keluar dengan tanpa alasan. ketika mata mereka beradu pandang disebuah angkutan kota,dan berinteraksi sekedarnya dalam pertemanan ternyata cukup mengubah sekian tahun kehidupan nya.

Sebuah nama yang menghadirkan rindu yang tak pernah habis, debar yang tak pernah hilang meski selembut halimun berkelebat dalam ingatan,dan apapun yang terbawa angin dalam perjalanan hidup yg mengantarnya pada secuil kenangan di masa lalu. Sanggup membuatnya duduk terdiam tanpa melakukan apapun, setiap tahun membisikan kalimat selamat ulang tahun meski tak pernah tersampaikan.

Apa yang membuat dia begitu erat menggenggam kenangan,bahkan mungkin sosok pemilik tatapan matahari itu tak pernah menyadarinya ! sosok yang sangat biasa untuk seseorang yg istimewa sepertimu,setidaknya itulah yang mereka ucapkan ketika menyadari kebodohanmu dari menyimpan kenangan.

Bukankah kau takkan pernah mampu berlari dan mengejar sekian ketertinggalanmu jika kau terus menerus menoleh lewat kaca spionmu ?
Gunakan ketika kesakitan untuk bertahan,bukan terus menerus menatapnya hingga kau tak kunjung sampai pada akhir perjalanan jiwamu. Tidakkah lelah….tidakkah sepi,mencari aroma cinta yang sama pada setiap hati yang mencoba menyentuhmu ? lalu menyadari rasa itu takkan pernah sama dan terulang.

Tuhan selalu tahu setiap kekuatan yang dimiliki mahluk ciptaanNya,DIA maha tahu apa yang paling dibutuhkan setiap umatNya. Terkadang apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kita inginkan,kita tidak menyadarinya sejak awal tapi Tuhan maha tahu.

Aku mencari pelajaran dari kesakitanmu menunggu,aku mencoba memahami dari menahan rindu pada sesuatu bahkan ketika secuil bayangannya pun tiada. Mungkinkah ini hanya rasa ego karena mencintainya tapi tak mampu mendapatkannya. Mungkinkah ini cinta ? sedang cinta butuh keberadaan, butuh menjadi sesuatu,butuh approval,butuh di sirami dengan adanya dia dan kamu dalam jalan yang sama,dalam perjalanan yang sama.

mungkinkah cinta sanggup bertahan ditengah keringnya ladang tandus,tanpa melihat seberapa besar cinta dijaga dan ditumbuhkan. mungkinkah cinta cukup dirasa tanpa bisa meskipun sekedar menatap bening matanya, hangat jemarinya.

Entah,…..

Aku rasa, aku sama naifnya denganmu… cinta tidak harus memiliki hanya ucapan mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk mendapatkan cinta yg mereka inginkan. kadang kala tidak memiliki kekuatan tidak sama dengan tidak adanya kesempatan.

kamu masih memiliki kekuatan untuk mendapatkan,berbeda dengan tidak adanya kesempatan bukan ?
temukan cinta yang paling kau inginkan sebelum kau kehilangan kesempatan.

* berbagi dengan sahabat terkadang menghadirkan inspirasi… ini untukmu yang sedang mencari cinta.
*dedicated buat mba pen & mpok nuy,, hayoo find it,,
READMORE
 

Fakta dibalik KMB


mari kita membahas sejarah,,,


dulu pas jaman SD, kita pasti di ceramahin sama guru kaya gini,,
diambil dari definisi di wiki

Latar Belakang
Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi, lewat perundingan Linggarjati, perjanjian Renville, perjanjian Roem-van Roijen, dan Konferensi Meja Bundar.

Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:

* Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
* Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala negara
* Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat
tapi,,or klo ade gw bilang,,"did you know",,

Ternyata ada butir yang barangkali terlewatkan oleh kita semua mengenai pengambil alihan hutang hindia belanda oleh RIS yang setau gw,, tidak dipelajari disekolahan.

Dan Faktanya,,,
ada perjanjian terselubung di balik Konferensi Meja Bundar (KMB). Siapa sangka, di balik peristiwa sejarah yang disebut-sebut menjadi tonggak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia itu, tersembunyi perjanjian pembayaran utang-utang penjajah kolonial Belanda.

Fakta mencengangkan dari perjanjian yang digelar di Den Haag Belanda, 23 Agustus 1949, itu diceritakan Pengamat Ekonomi, Revrison Baswir, saat mengisi sebuah seminar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal itu tak urung membuat peserta seminar yang umumnya mengaku tidak mengetahui fakta tersebut tercengang.

Menurut Revrison, untuk mengakui kedaulatan Republik Indonesia, pemerintah Belanda mengajukan beberapa persyaratan. Salah satunya, Indonesia harus mau mewarisi utang-utang yang dibuat Hindia Belanda, sebesar 4 miliar dolar AS. Indonesia yang saat itu diwakili Mochamad Hatta, menyetujui syarat tersebut.

Sebelumnya, Hatta telah mendapat lampu hijau dari Soekarno untuk menyetujuinya. Indonesia menyetujui syarat tersebut untuk mendapat pengakuan kedaulatan. Namun, rencananya, Indonesia tidak akan membayar utang tersebut dan tetap membiarkannya menjadi tanggungan pemerintah Hindia Belanda, tutur Revrison.

Indonesia pun menjalankan rencana tersebut. Pada kurun waktu 1949-1965, Indonesia tidak membayar utang tersebut. Akibatnya, munculah Agresi Militer Belanda I dan II. Setelah berkali-kali mengalami kegagalan, akhirnya Belanda pun menyerah untuk memaksakan kehendaknya agar Indonesia membayar utang tersebut.

Namun, lanjut Revrison, Belanda tidak berhenti sampai di situ. Mereka mulai menyusun rencana lain, dengan cara lebih halus, antara lain dengan pembentukan Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI). Dari sejarah, diketahui jika kelompok yang diketuai Belanda itu didirikan untuk membantu pembangunan Indonesia.

Ternyata, di balik pendirian IGGI pun ada udang di balik batu. Logikanya sederhana. IGGI dibentuk, Belanda ketuanya, dengan syarat Indonesia harus mau membayar utang peninggalan Hindia Belanda. Akhirnya, pada 1967-1968, pemerintah kita yang saat itu dikepalai Soeharto, melakukan reschedulling pembayaran utang tersebut ujarnya.

Ujungnya, lanjut Revrison, pada 1968 disepakati jika utang Hindia Belanda akan dicicil Indonesia dalam tempo 35 tahun. Utang tersebut baru lunas pada 2003. Sekarang, utang Indonesia di luar utang Hindia Belanda bersisa 66,8 miliar dolar AS. Dengan utang sebesar ini, mau lunasnya kapan? katanya.

Namun, terlepas dari utang yang saat ini dimiliki Indonesia, menurut Revrison, Indonesia telah lama dibohongi melalui penggelapan sejarah. Hampir setiap buku pelajaran sejarah di Indonesia, tidak ada yang mencantumkan perihal perjanjian pembayaran utang tersebut.


klo di rangkum cerita nya,,,

Bagaimana jalannya KMB?
Tiga delegasi yang berunding, Belanda, Republik Indonesia, golongan Federal yang dihimpun dalam Bijzonder Federaal Overleg (BFO). Dalam praktik Republik dan BFO menyatu bila menghadapi Belanda. Beberapa Komisi dibentuk: Komisi Politik, di sana Hatta dominan; Ekonomi, di sana Dr Sumitro Djojohadikusumo menyangkal kebenaran angka-angka utang yang diajukan Belanda; Komisi Pertahanan, di mana Republik diwakili oleh Dr J Leimena dan Kolonel TB Simatupang; serta Komisi Kebudayaan, di mana Mr Ali Sastroamijoyo berperan.

Bagaimana hasilnya KMB?
Belanda tidak bersedia menyerahkan Irian Barat kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Penyelesaiannya ditangguhkan untuk masa satu tahun. Tidak memuaskan. RIS harus mengoper utang Belanda yang telah dibuatnya untuk memerangi RI sejumlah 4.100 juta gulden, sedangkan menurut hitungan Dr Sumitro justru Belanda yang berutang kepada Indonesia lebih dari 500 juta gulden. Tidak memuaskan.

Di bidang pertahanan, Belanda mau membikin tentara KNIL sebagai intisari tentara RIS. Ini ditolak tegas oleh Leimena dan Simatupang, dan Belanda setuju TNI sebagai kekuatan pokok tentara RIS. Ini memuaskan. Jadi dalam hasil KMB ada plusnya dan minusnya.

Poin perbedaan

Bagaimana dengan poin perbedaan, di satu pihak penyerahan kedaulatan (souvereiniteits overdracht), di lain pihak pengakuan kemerdekaan (vrijheids arkenning)?
  • Belanda tidak mau mengakui proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Belanda hanya mengakui penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 sebagai bermulanya negara merdeka berdaulat berbentuk federal, yaitu RIS.
  • Belanda mempunyai pola pikir legalistik. Dia menganggap secara hukum internasional masih heer en meester (tuan dan penguasa) atas Hindia Belanda. Tapi, sikap Indonesia ialah Soekarno-Hatta sudah memproklamasikan atas nama bangsa Indonesia kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Maka soalnya telah selesai. Saya tegaskan dalam bahasa Perancis: Soit. Fini. Dat is het (Demikian adanya. Selesai. Itulah adanya).

Dalam siaran radio live, 28 Desember, yang dipandu oleh Yanti Mualim dan Jean van de Kok masuk 24 SMS dari pendengar dengan pertanyaan dan komentar dari berbagai kota dan daerah di Indonesia. Ada satu setengah juta pendengar Radio Hilversum di Indonesia.

Kebanggaan Bung Hatta
Mengapa Bung Hatta yang menerima penyerahan kedaulatan dalam upacara di Istana di Amsterdam tanggal 17 Desember 1949?

Karena secara formal Bung Hatta selaku Wapres dan PM yang memimpin delegasi Indonesia dalam KMB. Bung Karno menganggap kita sudah merdeka, buat apa itu penyerahan kedaulatan? Untuk tambahan informasi bagi para pendengar, saya bercerita pernah bertanya kepada Hatta apakah yang penting dalam hidupnya, apa highlights kariernya? Bung Hatta menjawab dua hal.

”Pertama, saya ko-proklamator kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kedua, saya yang menerima penyerahan kedaulatan”. Hatta dalam pidato sambutannya pada upacara penyerahan kedaulatan dengan nada bangga dan suara nyaring menegaskan, ”Rakyat Indonesia sudah merasa lega dengan lenyapnya kolonialisme di Indonesia dan dengan susunan hukum baru berdasarkan Pancasila.”

Mengapa Pemerintah Belanda tidak mengakui proklamasi 17 Agustus 1945?

Saya belum sempat memasuki otak orang-orang Belanda itu. Berspekulasi di sini tidak baik. Cukuplah jawaban ini.

Dalam pada itu tidak tersedia waktu bagi saya untuk menyampaikan fakta bahwa PM Belanda JP Balkenende telah mengakui Proklamasi Kemerdekaan kita, 17 Agustus 1945, dan Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot menghadiri perayaan 17 Agustus di Istana Merdeka pada 2005.

Bot, yang lahir di Jakarta masuk kamp interniran pada zaman Jepang, berani datang ke Jakarta dan dengan melawan sikap kaum veteran Belanda yang berperang di Indonesia telah memberitahukan kepada Indonesia bahwa Negeri Belanda pada saat aksi polisionil telah berdiri aan de verkeerdekant van de geschiedenis (di tempat yang keliru dari sejarah).

Sebagaimana dimaklumi akibat tekanan kaum veteran Belanda, Ratu Beatrix pada 1995 tidaklah menghadiri perayaan HUT ke-50 proklamasi kemerdekaan, tapi tiba di Jakarta beberapa hari kemudian. Tot ergenis van de Indonesiers (menyebalkan orang-orang Indonesia), demikian tulis sebuah majalah Belanda. ...

READMORE
 

14 februari



Mengenang 14 Februari

Jika semua orang mengenang 14 Februari dengan bendera merah muda,
maka aku mengenangnya dengan bendera MERAH PUTIH

Gemerlap cinta akan kuganti dengan duka sekaligus bangga
Duka karena telah banyak yang melupakan 14 Februari
Bangga karena pada tanggal itu, tepat 65 tahun lalu
Puluhan pemuda Pembela Tanah Air (PETA) memberontak di Blitar

14 Februari 1945 dini hari
Sumpah telah ditepati
Janji dengan cap jempol darah tak teringkari
Penderitaan rakyat tidak dikhianati

14 Februari 1945
Sang saka berkibar
Semangat memancar
Penjajah berdebar

Pasti ada ragu dan takut
Apalagi kalian masih muda, masih 20-an tahun, sama seperti aku sekarang
Kalian masih bisa jadi dokter, bupati, camat, atau tuan tanah setelah merdeka
Bukankah banyak pula perawan yang ingin diperistri tentara PETA ?

Kenapakah kalian memberontak ?
Bukankah Nippon sudah berjanji membentuk BPUPKI ?
Bukankah PUTERA dan Jawa Hokokai sudah setuju dengan politik kooperatif ?
Bukankah Bung Karno, Gatot Mangkupraja, dan Ahmad Subarjo
sudah mendapat kepastian bahwa Indonesia akan segera merdeka ?

Bukankah pemberontakan adalah hal yang mustahil dimenangkan ?
Lihatlah berapa buah pucuk senjata yang kalian miliki
Tidak sebanding dengan yang dimiliki tentara satu Daidan pun

Biarkan aku menebak
Pasti kalian memberontak karena yakin bahwa
kemerdekaan, kebebasan, dan keadilan adalah buah perjuangan ikhlas
dan pantang menyerah
Karena kalian sudah muak dengan romusha di bendungan Tulung Agung
atau terowongan Gunung Kelud
Karena kalian sudah tidak tahan melihat tekanan demi tekanan
yang telah men-dis-empower rakyat dengan sistematis

Berbanggalah kalian,
Karena kalianlah satu-satunya pemberontak di Asia Tenggara
Di saat Raja Muangthai, pemimpin Saigon, dan sultan Malaya pro-penjajah,
kalian menunjukkan semangat dan keberanian sebagai bangsa bermartabat

Berbanggalah kalian,
Wahai Supriyadi, Muradi, Suparyono, Sunarto, Sudarno, Halir, dr. Ismangil,
dan puluhan nama yang aku pun tidak tahu
Meski nama kalian tidak menjadi nama jalan raya atau gedung bertingkat di Jakarta
dan hanya menjadi nama gang kecil di dekat rumahku
Meski jenazah kalian pun mungkin sudah menjadi abu di Ancol, Tangerang, atau Cipinang
Atau di tempat lain yang aku pun tidak tahu
Kalian adalah pahlawanku

Aku, generasi setelahmu,
Telah melihat kemerdekaan yang ada
Hanya kadang (atau sering) aku alpa
Amanat pun aku lupa

Wahai Supriyadi dan kawan-kawan,
Mungkin aku tidak akan bisa sepertimu
Yang ikhlas menebus kejayaan bangsa ini
Dengan segala yang kaumiliki

Saat ini, aku hanya ingin bangsa ini tahu bahwa
Jika semua orang mengenang 14 Februari dengan bendera merah muda,
Maka aku mengenangnya dengan bendera MERAH PUTIH
READMORE